JAKARTA, KOMPAS.com - Keputusan pengangkatan 19 wakil menteri, diduga merupakan bentuk ketakutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap partai politik pendukungnya.
Wakil menteri diangkat, karena Presiden tidak berani mengganti menteri dari parpol, meski kinerjanya kurang baik.
Pendapat itu disampaikan anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat, Ganjar Pranowo, di Jakarta, Senin (17/10/2011).
"Dugaan saya, Presiden ketakukan dengan partai-partai pendukung. Enggak berani motong orang partai, maka diciptakanlah wakil menteri," katanya.
Wakil menteri itulah yang diharapkan dapat bekerja melaksanakan program pemerintah dengan baik. Posisi wakil menteri itu ditetapkan, karena menteri dianggap kurang mampu bekerja sesuai dengan harapan Presiden.
Meski kinerjanya kurang baik, lanjut Ganjar, Presiden tidak mau mengganti menteri, karena takut menyinggung partai politik pendukung.
"Saya berspekulasi di situ, kalau menterinya dicopot, nanti partai marah-marah," ujar Ganjar yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang