Sirkuit nasional makassar

Fauzi Adnan Kejar Gelar Ketiga secara Beruntun

Kompas.com - 18/10/2011, 15:52 WIB

SURABAYA, Kompas.com - Pebulutangkis Jaya Raya Suryanaga Surabaya, Fauzi Adnan, mengejar gelar ketiganya secara beruntun saat berlaga pada Sirkuit Nasional di Makassar, Sulawesi Selatan, 17-22 Oktober 2011. Dihubungi Antara dari Surabaya, Fauzi berharap bisa tampil maksimal untuk kembali merebut gelar juara, kendati kondisi fisiknya sedang menurun.

"Setelah Sirnas Bali pekan lalu, kondisi saya sedikit drop. Tapi, saya akan berusaha memberikan penampilan terbaik," kata Fauzi, yang menjadi unggulan kedua di Sirnas seri ke-8 itu.

Sebelumnya, mantan penghuni Pelatnas Cipayung itu secara beruntun menjuarai Sirnas seri ke-6 di Pangkalpinang dan seri ke-7 di Bali. Pada Sirnas di Makassar, pebulutangkis Puslatda Jatim ini baru akan berlaga pada Rabu (19/10/11), karena mendapatkan bye di babak pertama.

Pesaing terkuat Fauzi untuk merebut gelar juara datang dari mantan pemain Pelatnas yang menjadi unggulan utama, Alamsyah Yunus (PB Pertamina Indonesia).

"Waktu istirahat dua hari ini akan saya manfaatkan untuk pemulihan kondisi fisik," tambahnya.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PBSI Jatim Wijanarko Adimulya mengatakan bahwa Fauzi memang menjadi salah satu andalan untuk mengejar gelar juara.

"Persaingannya tidak beda jauh dengan Sirnas di Bali pekan lalu. Pesing terberat memang Alamsyah Yunus, itu pun kalau sama-sama lolos ke partai final," katanya.

Ia juga berharap pebulutangkis Jatim yang berlaga di Makassar bisa mengulang sukses seperti sebelumnya dengan merebut tiga gelar. Pada Sirnas Bali, pebulutangkis Jatim membawa pulang tiga gelar, masing-masing tunggal putra dan ganda putri kelompok taruna, serta remaja.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau