JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah batal melakukan unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melanjutkan aksinya dengan melakukan malam renungan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (20/10/2011) malam.
"Tema renungan kami, 'SBY Gagal, Indonesia Berkabung'. Ini merupakan hasil refleksi kinerja pemerintahan SBY dua tahun terakhir," kata M Reza Pahlevi, Koordinator Aksi Malam Renungan BEM SI, di lokasi kegiatan.
Melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenakan pita hitam sebagai tanda berkabung atas kegagalan Pemerintahan SBY.
"Kami ajak masyarakat untuk memakai pita hitam mulai hari ini sampai tanggal 27 Oktober nanti," lanjut Reza.
M Sayidi, Koordinator Pusat BEM SI, menambahkan, renungan ini bertujuan saling membuka hati antaranggota BEM terkait berbagai keprihatinan yang menjadi perhatian mereka.
Beberapa tema penting diangkat dalam renungan ini, antara lain kasus lumpur Lapindo, pemasungan TKI, tapal batas RI, hingga pemberantasan korupsi. "Sampai hari ini kami masih berkomunikasi dengan warga korban Lapindo. Masalah tidak kunjung diselesaikan, malah lahan lumpur semakin meluas," kata Sayidi.
SBY dinilai gagal dalam penegakan hukum lantaran banyaknya kasus korupsi yang tidak diusut tuntas. Kebijakan luar negeri juga menjadi poin keprihatinan BEM SI. Lemahnya pemerintah dalam upaya perlindungan terhadap buruh migran dan ketidakmampuan mengawal tapal batas RI dinilai sebagai lemahnya pemerintahan SBY mengokohkan kedaulatan negara dan hubungan luar negeri.
Aksi malam renungan ini diikuti sekitar 150 mahasiswa. Aksi berjalan damai di bawah pengawasan aparat kepolisian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang