Kucuran dana talangan sebesar 8 miliar euro merupakan bagian dari dana talangan tahap pertama, dengan jumlah total 110 miliar euro.
Para pemeriksa Yunani dari Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional (IMF), di Berlin, Kamis (20/10), menyatakan, walaupun Yunani tidak dapat memenuhi target pemangkasan defisit dan reformasi yang dilakukan tidak cukup, Athena akan mendapatkan dana talangan tersebut. Untuk sementara waktu, Athena akan terhindar dari kebangkrutan. Pemeriksa yang sering disebut troika itu juga menyatakan bahwa dinamika utang Yunani tetap sangat mengkhawatirkan.
Sejak Mei tahun lalu, Yunani sangat bergantung pada paket dana talangan internasional tersebut.
Dalam laporannya, troika menyatakan, dana talangan tahap kedua tidak membuat tumpukan utang Yunani membaik. Walaupun kucuran dana talangan tersebut mengurangi keperluan keuangan Yunani, dana itu tidak dapat mencukupi dinamika utang Yunani menjadi lebih baik lagi jika reformasi yang dilakukan tetap saja lemah. Demikian antara lain laporan troika. Laporan tersebut dikirimkan ke Parlemen Jerman.
Sementara itu, Yunani lumpuh dalam dua hari terakhir karena pemogokan massal. Sekitar 100.000 orang turun ke jalan. Serikat pekerja menentang langkah penghematan pemerintah. Sempat terjadi bentrokan antara para pengunjuk rasa dan polisi di depan gedung parlemen. Sebanyak 14 orang terluka serius. Beberapa pengunjuk rasa bahkan menjarah toko-toko di Athena. Pemogokan itu mengganggu layanan publik, seperti transportasi umum, sekolah, dan rumah sakit. Sekitar 5.000 polisi dikerahkan untuk menangani unjuk rasa tersebut.
Pada hari yang sama, Parlemen Yunani juga dijadwalkan mengadakan pemungutan suara untuk meloloskan rencana penghematan pemerintah. Di parlemen, Menteri Keuangan Evangelos Venizelos mengatakan kepada anggota parlemen bahwa Yunani tidak memiliki pilihan lain selain menerima kesulitan ini.
”Kita harus menjelaskan kepada semua orang yang mengalami perubahan kehidupan ketika negara mengalami krisis. Diperlukan upaya keras untuk menghindari krisis terdalam dan tersulit,” katanya lagi.
Rencana penghematan ini sudah disetujui dalam pemungutan suara tahap pertama pada Rabu malam.
Di tempat terpisah, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble mengatakan sudah ada persetujuan antara Paris dan Berlin mengenai dana talangan. Namun, sejauh ini belum ada kesepakatan di tingkat Eropa.
”Perancis dan Jerman telah menyepakati posisi pada beberapa hal penting. Namun, kita semua mengetahui bahwa ini bukanlah merupakan solusi Eropa,” ujar Schaeuble.
”Perancis dan Jerman bertanggung jawab memimpin Eropa, tetapi tidak menggantikan diskusi yang dilaksanakan oleh 17 negara anggota zona euro,” lanjutnya.
Menurut seorang diplomat Uni Eropa, para pemimpin Uni Eropa akan mendiskusikan penambahan dana talangan. Saat ini, dana talangan tersebut berjumlah 440 miliar euro dan akan ditambah menjadi 1 triliun hingga 2 triliun euro untuk berjaga-jaga kalau negara lebih besar, seperti Italia dan Spanyol, memerlukan bantuan.
Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mendesak para pemimpin Eropa agar memperlihatkan sikap kompromi sebelum pertemuan tingkat tinggi Eropa akhir pekan ini. Dia juga mengatakan penting untuk menyetujui agar Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF) diperkuat. EFSF, yang adalah dana talangan untuk negara yang sedang kesulitan di Eropa, merupakan senjata utama kawasan itu untuk membantu negara anggotanya melawan krisis utang.
Para pemimpin Eropa akan bertemu pada Minggu lusa guna mencari solusi untuk memecahkan masalah utang dan krisis perbankan. Kedua masalah ini tidak hanya akan membahayakan Eropa, tetapi juga semua negara di dunia karena dapat memicu resesi global. Kelesuan di Eropa seolah bertambah setelah peringkat utang Slovenia diturunkan.(AP/AFP/Reuters/joe)