Koalisi

Mahfudz: Ada yang Ingin Menggeser PKS

Kompas.com - 21/10/2011, 12:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menengarai ada pihak-pihak dari partai politik lain yang melakukan manuver untuk menggeser posisi PKS dalam koalisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono serta posisi menteri asal PKS.

Menurut Mahfudz, soal manuver itu sudah diketahui sebelum Presiden mengungkapkan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. "Ada pihak-pihak dari parpol lain yang selalu berupaya menggosok, menggeser posisi-posisi PKS. Kita tahu itu. Tapi kalau sekarang masih terus bersuara, yah pertanda hajatnya belum tuntas," kata Mahfudz di Kompleks DPR, Jumat (21/10/2011).

Sayang, Mahfudz tak mau mengungkap siapa pihak yang dimaksud. Dikatakan Mahfudz, manuver itu masih terjadi pascaperubahan kabinet. Kepada pihak itu, Mahfudz meminta agar legawa dan tak perlu mencampuri urusan PKS. "Sudah berhenti saja, enggak usah otak-atik, enggak usah provokasi lagi, enggak usah bikin manuver lagi. PKS akan mengambil keputusan politik di Majelis Syuro," kata Ketua Komisi I itu.

Seperti diberitakan, PKS akan menggelar rapat Majelis Syuro pada November 2011 untuk menyikapi keputusan sepihak Presiden ketika mengurangi jatah kursi di kabinet dari empat kursi menjadi tiga kursi. "PKS pasti akan pertimbangkan banyak hal dan provokasi-provokasi itu bukan dari pertimbangan," ucap Mahfudz.

Presiden mencopot Suharna Surapranata sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Posisi Suharna digantikan Gusti Muhammad Hatta yang sebelumnya menjabat Menteri Lingkungan Hidup. Menteri asal PKS yang masih bertahan yakni Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau