JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq menengarai ada pihak-pihak dari partai politik lain yang melakukan manuver untuk menggeser posisi PKS dalam koalisi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono serta posisi menteri asal PKS.
Menurut Mahfudz, soal manuver itu sudah diketahui sebelum Presiden mengungkapkan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II. "Ada pihak-pihak dari parpol lain yang selalu berupaya menggosok, menggeser posisi-posisi PKS. Kita tahu itu. Tapi kalau sekarang masih terus bersuara, yah pertanda hajatnya belum tuntas," kata Mahfudz di Kompleks DPR, Jumat (21/10/2011).
Sayang, Mahfudz tak mau mengungkap siapa pihak yang dimaksud. Dikatakan Mahfudz, manuver itu masih terjadi pascaperubahan kabinet. Kepada pihak itu, Mahfudz meminta agar legawa dan tak perlu mencampuri urusan PKS. "Sudah berhenti saja, enggak usah otak-atik, enggak usah provokasi lagi, enggak usah bikin manuver lagi. PKS akan mengambil keputusan politik di Majelis Syuro," kata Ketua Komisi I itu.
Seperti diberitakan, PKS akan menggelar rapat Majelis Syuro pada November 2011 untuk menyikapi keputusan sepihak Presiden ketika mengurangi jatah kursi di kabinet dari empat kursi menjadi tiga kursi. "PKS pasti akan pertimbangkan banyak hal dan provokasi-provokasi itu bukan dari pertimbangan," ucap Mahfudz.
Presiden mencopot Suharna Surapranata sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Posisi Suharna digantikan Gusti Muhammad Hatta yang sebelumnya menjabat Menteri Lingkungan Hidup. Menteri asal PKS yang masih bertahan yakni Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Sosial Salim Segaf Al'Jufrie.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang