Ruu perguruan tinggi

Tak Ada Hambatan Krusial dalam Pembahasan RUU PT

Kompas.com - 21/10/2011, 16:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso mengatakan, hingga saat ini Rancangan Undang-Undang Perguruan Tinggi (RUU PT) masih dalam tahap pembahasan dengan Dewan Perwakilan Rakyat. Oleh karena itu, masih terbuka untuk menerima segala masukan dari sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN dan PTS) serta forum rektor PTN dan PTS.

Namun, menurut dia, tak ada hambatan krusial yang menghalangi pembahasan RUU tersebut. Meski ada beberapa perdebatan, menurut dia, hal itu bukanlah suatu masalah yang krusial. Dia mencontohkan, misalnya, di satu sisi ada yang mengatakan penyelenggara PTS ingin agar perguruan tinggi itu bisa dikomersilkan, sementara sisi PTN, perguruan tinggi tidak boleh komersial.

"Kami sendiri rujukannya sudah ada, yaitu perguruan tinggi harus nirlaba. Saya kira tidak ada hal krusial yang menuai perdebatan, pokoknya semua boleh ngomong, tapi kita punya pijakan," kata Djoko kepada Kompas.com, Jumat (21/10/2011), di Jakarta.

RUU PT, kata Djoko, akan dibuat untuk kepentingan bersama dan berpihak pada kemajuan dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Rujukan utamanya adalah, RUU tersebut tidak hanya harus bisa memecahkan masalah pendidikan tinggi di Indonesia saat ini, tetapi juga mengantisipasi perkembangan dunia pendidikan tinggi di masa yang akan datang.

Ia mengungkapkan, dalam RUU PT ini juga diatur mengenai badan hukum pendidikan. Sebelumnya, konsepnya adalah semua PTN dan PTS harus menjadi badan hukum. Namun, dalam RUU PT ini, semua PTN dan PTS diperbolehkan memilih ke mana mereka akan bermuara.

"Misalnya PTN mau jadi perguruan tinggi seperti sekarang, boleh. Mau menjadi satuan kerja pemerintah yang menggunakan tata kelola keuangan negara pada umumnya, juga boleh. Mau menggunakan tata kelola keuangan badan layanan umum (BLU) boleh. Mau otonom juga boleh, semua boleh milih, tergantung kinerja masing-masing," kata Djoko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau