Manchester Milik City

Kompas.com - 24/10/2011, 04:56 WIB

MANCHESTER, KOMPAS - ”Kota ini sekarang milik kami,” demikian koor nyanyian suporter Manchester City, Minggu (23/10). Walau gelar juara belum pasti mereka rebut, Kota Manchester seolah jatuh ke Manchester City karena kemenangan telak 6-1 (1-0) atas tuan rumah Manchester United pada laga bertajuk ”Derbi Manchester” Liga Inggris di Old Trafford.

Itu kemenangan terbesar City di markas Manchester United (MU) dalam 25 tahun, sekaligus menghentikan rekor 37 laga MU selalu menang di kandang pada semua ajang. Sebelum laga ini, kemenangan terbesar City di Old Trafford terjadi tahun 1955 saat mereka meluluhlantakkan MU dengan skor 5-0.

Striker Mario Balotelli dan pemain penggantinya, Edin Dzeko, sama-sama mengemas dua gol. Dua gol lainnya persembahan striker Sergio Aguero dan play maker David Silva.

Gawang MU menjadi lumbung gol setelah bek mereka Jonny Evans mendapat kartu merah pada menit ke-47 karena menarik lengan Balotelli yang berpeluang besar mencetak gol.

MU membalas satu gol lewat gelandang Darren Fletcher. Kemenangan itu sekaligus memantapkan posisi City di puncak klasemen dengan 25 poin dari sembilan laga, unggul lima poin di atas MU. Posisi MU, yang mengantongi nilai 20, juga rawan tergusur. Itu jika Chelsea menang di kandang Queens Park Rangers, yang hingga berita ini dilaporkan laga mereka masih berlangsung.

Wartawan Kompas, Nasru Alam Aziz, di Old Trafford, Manchester, melaporkan, sebelum laga dimulai, pendukung Manchester City sangat percaya diri meski berada di sarang ”Setan Merah”. Padahal, mereka yang beratribut City hanya menempati tiga blok di pojok timur Old Trafford.

Mereka tanpa henti meneriakkan yel-yel.

Pendukung City saling berangkulan dan membelakangi lapangan saat pembacaan daftar susunan pemain MU. Di babak kedua, saat City unggul 2-0 berkat gol kedua Balotelli, suporter City menyanyikan yel-yel ”This city is ours (kota ini sekarang milik kami).”

”Ini kekalahan terburuk dalam sejarah hidup saya. Saya pikir, (sebelum laga ini) saya belum pernah mengalami kekalahan 1-6 dalam hidup ini,” kata Ferguson.

”Ini hari buruk, tentu saja. Kami begitu terbuka, tetapi terus menyerang. Sulit dipercaya,” ujar Ferguson lagi.

Tulisan di kaus

MU tampil tanpa bek Nemanja Vidic, dan lebih menguasai bola. Namun, justru City memimpin 1-0 melalui gol Balotelli menit ke-22, memanfaatkan sodoran James Milner.

Pelatih Roberto Mancini mempercayai Balotelli, sosok kontroversial dengan tindakan kerap tidak terduga, sebagai starter. Sehari sebelumnya, dia nyaris membakar tempat tinggalnya dengan kembang api yang dia nyalakan bersama rekannya. Kontroversi berlanjut di lapangan. Sesaat setelah mencetak gol, Balotelli membuka kostum untuk memperlihatkan tulisan di kaus dalamnya yang bertuliskan ”why always me?”

Ulah itu menyebabkan wasit Mark Clattenburg mengganjar dia dengan kartu kuning atas pesan yang dimaksudkan lelucon tidak perlu itu.

MU kian terpuruk pascapengusiran Evans. Gawang MU bobol lima gol, mulai dari Balotelli (60’), Aguero (69’), serta tiga gol dalam empat menit terakhir dari Dzeko (dua gol) dan Silva.

Laga lain, Arsenal ke urutan ketujuh setelah memukul Stoke 3-1 dengan 13 poin, dua poin di bawah Liverpool yang sehari sebelumnya imbang 1-1 dengan Norwich di Anfield. Everton juga memetik kemenangan 3-1 atas Fulham. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau