ROMA, KOMPAS.com — Kematian Marco Simoncelli menghentak dunia, dan Italia pada khususnya. Kepergian pebalap MotoGP itu meninggalkan duka mendalam sehingga ungkapan belasungkawa mengalir dari berbagai penjuru dunia.
Simoncelli mengembuskan napas terakhir seusai kecelakaan maut yang menimpanya di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu (23/10/2011). Memasuki lap kedua di Tikungan 11, "Supersic" tergelincir dan jatuh.
Sialnya, saat jatuh dia dan motornya terseret ke jalur milik Colin Edwards dan Valentino Rossi sehingga terlindas. Meskipun sudah mendapat pertolongan, nyawa mantan juara dunia kelas 250 cc ini tak tertolong sehingga dia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.56 waktu setempat.
Tewasnya pebalap berusia 24 tahun ini langsung menarik simpati dari berbagai kalangan. Italia secara khusus melakukan upacara mengheningkan cipta selama satu menit pada semua cabang olahraga yang sedang berlangsung di sana.
"Hari ini merupakan hari tersedih dalam hidup saya. Kematian tragis Marco Simoncelli membuat saya amat terkesima dan sedih," kata Presiden Komite Olahraga Italia (CONI) Gianni Petrucci.
"Hidup begitu sakral, apalagi tewas pada usia 24 tahun dalam balapan. Hari ini kami semua berlinang air mata dan berkumpul dengan keluarganya yang menangis atas kematian sang juara itu."
"Ini merupakan kematian yang tidak dapat dibayangkan dan membuat takjub semua cabang olahraga di Italia," katanya.
Klub raksasa sepak bola Italia, Inter Milan dan AC Milan, merupakan dua klub olahraga yang pertama kali menyatakan simpati mereka.
"AC Milan mengucapkan duka teramat dalam kepada keluarga Marco, para pendukungnya, atas insiden kematian pebalap itu," demikian pernyataan Milan dalam laman mereka.
Inter menambahkan, "Presiden Massimo Moratti dan setiap orang di Inter Milan, bersama (pelatih) Claudio Ranieri dan tim, mengutarakan rasa pedih mendalam bagi olahraga Italia serta olahraga dunia atas kematian Marco Simoncelli."
"Mengingat perginya pebalap muda yang penuh semangat itu, Inter menyatakan duka yang dalam kepada keluarga dan sahabat Marco Simoncelli."
Pendukung Inter mengembangkan spanduk saat tim mereka melawan Chievo, dengan tulisan "Ada Bintang Baru (di langit)".
Tim MotoGP, Ducati, menggambarkan Simoncelli sebagai pebalap milik mereka.
"Ducati, timnya dan pebalapnya, merasakan kepedihan yang mendalam. Semua anggota peserta MotoGP berkumpul bersama keluarga dan sahabat Marco Simoncelli, juga tim mereka," demikian bunyi pernyataan itu.
"Kami selalu mengingat Marco dengan senyumnya yang khas, kemampuannya, kebesaran hati, dan semangat yang ditunjukkannya dalam beberapa tahun ini. Ia merupakan salah satu bagian dari kami."
Ada juga pernyataan duka dari prinsipal tim F1 Ferrari, Stefano Domenicali.
"Saat ini amat sulit mengutarakan kata-kata karena kesedihan ini. Sedih atas kematian pebalap yang sedang bersinar, Marco," katanya.
"Dalam acara balapan, termasuk kematian tragis delapan hari lalu yang dialami Dan Wheldon dalam lomba Indy Car di Las Vegas, mengingatkan kita bahwa semua jenis olahraga balap memiliki risiko."
"Kita jangan menurunkan kewaspadaan, tetapi harus mengerti bahwa kita tak dapat berbuat apa pun melawan kematian," katanya.
Ucapan duka berdatangan dari berbagai penjuru Italia. Semua menyatakan kesedihan mereka atas kematian pebalap muda yang dikenal dengan julukan "SuperSic" itu.
Bek tengah Juventus, Giorgio Chiellini, mengatakan dalam Twitter, "Saya tidak bisa mengungkapkanya lewat kata-kata. Selamat jalan Sic, kami semua kehilanganmu."
Bintang basket terkenal Italia juga menyatakan rasa duka mereka atas kepergian Simoncelli.
"Saya tidak dapat mengeluarkan kata-kata. Insiden ini amat menyedihkan," kata bintang klub NBA Raptors Toronto, Andrea Bargnani, dalam Twitternya.
Danilo Gallinari, yang belakangan ini bermain untuk Milan, tetapi juga dikontrak Denver Nuggets dan diharapkan kembali ke tim itu pada pembuka kompetisi NBA, menyatakan hal sama.
"Sic adalah salah satu dari kami. Hal itu seharusnya tidak terjadi. Ketika ibu saya mengirim kabar itu kepada saya pagi ini, saya tidak dapat mempercayainya," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang