ROMA, KOMPAS.com — Para pemimpin Eropa sangat khawatir Italia akan menjadi seperti Yunani berikutnya alias negara yang memerlukan dana talangan. Karena itu, para politisi di Italia semakin mendesak pemerintahan tengah-kiri yang dipimpin Perdana Menteri Silvio Berlusconi. Lawan politik Berlusconi tidak sepakat dengan rencana reformasi.
Uni Eropa mulai membahas rencana pembelian obligasi Pemerintah Italia. Kupon obligasi Italia semakin meninggi hingga 6 persen sehingga Bank Sentral harus mengintervensi dengan membeli obligasi Italia, Agustus lalu. Semakin tinggi kupon obligasi, semakin rendah harga nominal obligasi.
"Ini mungkin saatnya membuat rencana bagi Italia. Eropa ingin Roma membuat langkah untuk memperlihatkan bahwa Italia tidak akan berisiko seperti Yunani pada suatu hari nanti," ujar salah seorang pejabat senior Uni Eropa di Roma, Selasa (25/10/2011).
Bantuan dari zona euro tampaknya semakin mendesak. Pemerintahan Berlusconi harus berjuang mengegolkan pemangkasan anggaran dan rencana reformasi sebelum pertemuan tingkat tinggi Uni Eropa empat hari lagi.
Namun, Berlusconi tak memperlihatkan kegentingan. "Tidak ada...." (selengkapnya baca Harian Kompas, Rabu 26 Oktober 2011, halaman 11)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang