Kriminalitas

Empat Oknum TNI Terlibat Perampokan

Kompas.com - 27/10/2011, 05:18 WIB

Jakarta, Kompas - Tingkat kriminalitas di Jakarta dan sekitarnya sangat mencemaskan. Kualitasnya pun terus meningkat, bahkan sudah melibatkan oknum aparat.

Rabu (26/10) pukul 00.30, empat oknum anggota TNI merampok tas seorang perempuan di Jalan Delman Utama, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dua dari empat pelaku ditangkap warga setempat dan sempat ditahan di Kepolisian Sektor Metro Kebayoran Lama sebelum diserahkan kepada Sub-Garnisun Komando Distrik Militer Jakarta Selatan.

”Keempat pelaku itu didapati warga sedang berusaha merampas tas seorang ibu, Her (52), warga Bekasi Barat. Korban berteriak maling dan warga pun mengepung pelaku,” kata Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugiyanto.

Salah satu pelaku sempat melepaskan tembakan ke atas sebanyak dua kali sebelum diringkus warga.

Barang bukti yang disita polisi adalah 1 selongsong FN kaliber 46, 1 magasin airsoft gun, dan 1 mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernomor polisi B 1874 TKV. Keberadaan mobil Xenia itu masih belum jelas. Mobil itu bukan punya Her, tetapi juga bukan punya pelaku. Kemungkinan mobil itu diambil di tempat lain.

”Pengejaran terhadap pelaku yang buron itu diambil alih pihak TNI,” ujar Imam.

Sementara itu, Kepala Subdinas Penerangan Umum Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (TNI AD) Kolonel (Inf) Dedi, yang dihubungi semalam, menjelaskan, TNI AD tidak akan menutupi kalau ada anggota TNI AD yang melakukan pelanggaran, termasuk dugaan melakukan penjambretan dan penembakan di Kebayoran Lama.

”Kami belum mendengar detail laporan kasus itu. Kalau ada dugaan kuat keterlibatan anggota TNI, tentu akan diproses secara hukum oleh Polisi Militer,” kata Dedi.

Ratusan preman

Di Jakarta Utara, kejahatan di jalanan dan pencurian juga masih terus terjadi. Dari hasil Operasi Sikat yang dilaksanakan Polres Metro Jakarta Utara pada 1-17 Oktober, sudah ditangkap 121 pelaku kejahatan dan preman.

Pelaku kejahatan juga tak segan beraksi pada tengah hari bolong, seperti pencurian yang dilakukan Tjhia Husni (31) di Asrama TNI AL Komando Daerah Maritim, Jalan Terampil III, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, kemarin siang. Ia tewas dikeroyok massa yang memergoki aksinya. Dari kartu tanda penduduk, diketahui pelaku adalah warga Koja, Jakarta Utara.

Wilayah Jakarta Utara memang tidak pernah surut dari tindak kejahatan. Belum lama ini, kepolisian setempat juga mengungkap kasus mayat di dalam kardus.

Sementara itu, pada kasus penemuan mayat perempuan yang diduga kuat korban pembunuhan di perairan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, belum terungkap identifikasi korban sejak ditemukan Minggu lalu.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ajun Komisaris Jerry Siagian, berdasarkan hasil otopsi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ditemukan banyak bekas pukulan di seluruh wajah korban dan bibirnya juga melepuh. Di saluran pernapasan dan paru-parunya juga ditemukan air dan lumpur cukup banyak. Diduga kuat, korban tewas akibat pukulan benda tumpul dan kepalanya dibenamkan ke dalam air.

Merajalela di Bekasi

Komplotan perampok bersenjata dan bersepeda motor juga merajalela di Kota Bekasi. Seorang warga, Irsan Harzah (60), kritis akibat ditembak kepalanya oleh perampok di Perumahan Harapan Indah, Kecamatan Medan Satria.

Irsan ditembak perampok berpistol di depan toko fotokopi di Jalan Bulevar Hijau Blok C1, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, menjelang pukul 11.00 saat hendak merebut tas milik istrinya, Selviawati (56), dari tangan perampok. Tas tersebut berisi ribuan dollar AS dan dollar Singapura, Rp 1 juta rupiah, empat telepon seluler, kartu anjungan tunai mandiri (ATM), serta kartu identitas.

Letusan pistol itu terdengar oleh sejumlah orang yang sedang berada di lokasi. Namun, mereka gentar membekuk pelaku karena perampok melepaskan tembakan sebelum kabur dengan sepeda motor.

Di tempat terpisah, sekitar pukul 05.00, Wahidin (54) dirampok dua lelaki di depan SMA Bina Siswa di Jalan Aster Raya, Perumahan Harapan Baru, Kota Bekasi.

Saat sedang berjalan, Wahidin dipepet dua lelaki bersepeda motor. Salah satunya memegang golok. Mereka kemudian meminta Wahidin menyerahkan dompet dan telepon seluler. Karena Wahidin tidak segera menyerahkan barang, perampok malah menyabetkan golok. Wahidin terluka di leher (14 jahitan) dan di dagu (8 jahitan) akibat sabetan golok.

Kepala Polres Kota Bekasi Kota Komisaris Besar Priyo Widyanto menyatakan prihatin atas kejadian ini. ”Harus ditindak tegas,” kata Priyo.

Ia juga mengimbau warga untuk terus waspada dan meningkatkan pengamanan di lingkungan serta bekerja sama dengan petugas mencegah kejahatan berulang. (NEL/ONG/BRO/MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau