Pengajar Komunikasi Politik dari Universitas Indonesia, Effendi Gazali, menyampaikan penilaian itu, Jumat (28/10), menanggapi hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II Partai Golkar yang dimulai pada Rabu. Dalam rapimnas yang ditutup pada Jumat kemarin itu, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical menyatakan akan menjadi salah satu calon dalam Pemilihan Presiden 2014.
Keputusan itu diambil setelah mendengarkan pandangan dari 33 Dewan Pimpinan Daerah tingkat I Golkar serta organisasi yang didirikan dan mendirikan Golkar. Mereka menyatakan mendukung dan siap memenangkan Aburizal sebagai calon presiden 2014-
Menurut Effendi, keputusan Golkar mengusung Aburizal sebagai calon presiden akan terlihat lebih cantik jika sebelumnya ada beberapa calon yang dimunculkan oleh partai itu. ”Jika setelah melihat beberapa calon, terutama yang lebih muda, akhirnya tetap Aburizal yang terpilih, maka akan terlihat indah,” katanya.
Golkar, lanjut Effendi, juga perlu hati-hati dengan hasil survei belakangan ini yang menunjukkan partai itu sekarang memiliki elektabilitas paling tinggi. Pasalnya, hal itu terjadi terutama karena merosotnya Partai Demokrat akibat sejumlah masalah yang mereka hadapi. Golkar juga harus hati-hati dengan kultivasi, yaitu perencanaan program dan survei mereka dilakukan oleh lembaga yang sama.
Sebastian Salang dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia mengatakan, Aburizal juga memiliki persoalan yang menempel di persepsi masyarakat, yaitu kasus lumpur Lapindo dan pajak perusahaannya. Soal Lapindo juga dikatakan Abdul Aziz SR, pengajar Program Pascasarjana Universitas Indonesia.
Namun, Sebastian tidak meragukan kemampuan Aburizal memobilisasi dukungan internal Golkar. Namun, dia menduga, keputusan Golkar itu belum final. Jika tingkat elektabilitasnya tidak cukup, ada kemungkinan Aburizal mengusung orang lain dan memilih jadi king maker.
Dukungan DPD dan organisasi di dalam Golkar terhadap Aburizal, ujar Ketua DPD I Golkar Daerah Istimewa Yogyakarta Gandung Pardiman, setidaknya berdasarkan tujuh alasan, antara lain Aburizal memiliki jaringan ekonomi dan dukungan finansial kuat serta berpengalaman panjang di organisasi dan birokrasi.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menambahkan, fokus utama Golkar saat ini adalah meningkatkan elektabilitas partai dan Aburizal.
Namun, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung mengingatkan, Golkar harus mengejar tiga sukses, yaitu sukses konsolidasi, sukses kaderisasi, dan sukses dalam pengembangan demokrasi dan kesejahteran rakyat. Tiga sukses itu akan mendukung kesuksesan keempat, yaitu sukses dalam pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden.
Sementara itu, kans Partai Demokrat dalam Pemilu 2014 akan terkendala kasus korupsi wisma atlet SEA Games yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Sejumlah petinggi partai itu diduga juga terlibat. Suara partai pemenang Pemilu 2009 itu berpotensi tergerus. Berdasarkan hasil survei Political Research Institute for Democracy (Pride) terhadap pemilih di Jakarta, suara Partai Demokrat turun drastis.
Pendiri Pride Didik J Rachbini mengungkapkan, Jakarta juga dijadikan pilihan karena menjadi barometer politik nasional. Sesuai hasil survei, 67 persen responden yakin kasus wisma atlet tidak hanya melibatkan Nazaruddin, tetapi juga terkait dengan Partai Demokrat.
Peneliti Pride Agus Hertha Sumarto menyatakan, 52 persen responden menyatakan tidak lagi percaya kepada Partai Demokrat.