Pemulangan tki

355 TKI Bermasalah di Arab Saudi Tiba

Kompas.com - 31/10/2011, 18:20 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono bersama Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) M Jumhur Hidayat menyambut kedatangan 355 tenaga kerja Indonesia bermasalah di Arab Saudi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, Senin (30/10/2011) ini.

Mereka datang dari Bandara King Abdul Azis, Jeddah, Arab Saudi, dengan menggunakan pesawat pengangkut haji Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 9292.

"Ini merupakan tahap pertama pemberangkatan dari 1.664 orang yang dipulangkan. Semua dana pemulangan dilakukan Pemerintah Indonesia," kata Jumhur kepada wartawan di Lounge TKI Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Jumhur menjelaskan, rombongan pertama ini berangkat dari Jeddah pada hari Minggu (30/10/2011) pukul 17.00 waktu setempat dan baru tiba di Jakarta Senin siang karena ada keterlambatan pemberangkatan.

Penyerahan kedatangan para TKI ini dilakukan Kementerian Luar Negeri yang diwakili Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Tatang Budie Utama Razak kepada Deputi Kepala BNP2TKI Bidang Perlindungan Lisna Yoeliani Poeloengan.

Gelombang pertama ini terdiri dari seorang TKI laki-laki, 3 anak-anak, 2 balita, dan sisanya perempuan dewasa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau