JAKARTA, KOMPAS.com - Pemain tim nasional Indonesia U-23 yang akan berlaga di SEA Games XXVI menyadari pentingnya menjaga sikap saling percaya dan kekompakan tim. Unsur nonteknis yang selama ini tumbuh di dalam tim dan menyatukan pemain akan menjadi kekuatan tambahan untuk mencapai hasil terbaik, yakni medali emas.
”Lawan kita memang memiliki nama besar. Yang perlu kita lakukan adalah tetap menjaga kekompakan dan saling percaya antarpemain, dan percaya terhadap pelatih,” ujar penyerang tim nasional U-23, Titus Bonai, seusai latihan di Lapangan C Senayan, Jakarta, Senin (31/10).
Tibo, sapaan akrab Titus Bonai, mengatakan, selama ini internal tim sangat kondusif. Para pemain sangat akrab. Antara pemain dan pelatih juga tidak ada rasa canggung dalam berkomunikasi. ”Kalau kita bisa menjaga kekompakan dan saling percaya satu sama lain, kita bisa mencapai yang terbaik,” ujar Tibo yang selama uji coba timnas U-23 mencetak empat gol.
Pemain sayap Andik Vermansyah dalam kesempatan terpisah juga mengatakan, kekuatan tim ini ada pada hubungan antarpemain yang harmonis. Keakraban itu sangat membantu pemain saat menghadapi lawan tanding.
Para pemain pun tidak merasa ada tekanan dengan target-target yang harus dicapai. Tim pelatih hanya selalu mengingatkan supaya menampilkan permainan terbaik dan konsisten dengan apa yang telah dipelajari selama pemusatan latihan.
”Tim ini sangat kompak. Para pemain mengenal satu sama lain dengan baik. Tidak ada yang mengelompok sendiri. Semua akrab,” ujar Andik yang mengemas lima gol selama uji coba.
Pemain bek sayap Jajang Sukmara mengakui hubungan antarpemain yang positif. Diego Michiels, satu-satunya pemain naturalisasi, bisa berbaur dengan cepat tanpa rasa canggung. Demikian juga pemain bertahan Jericho Christiantoko dan penyerang Syamsyir Alam yang baru bergabung beberapa pekan lalu.
Suasana tim yang sebelumnya jenuh kembali segar seusai pemain diliburkan bersama keluarga di Pantai Marbella, Anyer, Serang, Banten.
Lawan sama kuat
Pelatih tim U-23 Rahmad Darmawan mengatakan, persiapan tim sudah maksimal dan tinggal mematangkan detail strategi menghadapi masing-masing calon lawan. Ia menilai, empat lawan di Grup A, yaitu Kamboja, Singapura, Thailand, dan Malaysia, sama-sama kuat.
”Kamboja satu dari lawan kita yang sama kuatnya dengan tim lain. Saya tidak mau menilai tim mana yang terkuat dan terlemah. Dulu kita anggap Laos tidak ada apa-apanya, ternyata kita kalah dari Laos,” ujar Rahmad.
Mantan Pelatih Sriwijaya FC dan Persija Jakarta itu juga sudah mendaftarkan 20 pemain sebagai peserta SEA Games. Mengenai formasi inti, Rahmad menegaskan akan merotasi pemain sesuai dengan karakter lawan.
Mengenai Singapura yang memprotes pemajuan jadwal tanding pada 11 November dari pukul 19.00 WIB ke pukul 14.00 WIB karena ada upacara pembukaan SEA Games, Rahmad mengatakan tanding siang tidak masalah. Cuaca saat ini juga tak terlalu terik karena musim hujan.
Rahmad menilai, pemajuan jadwal itu justru menguntungkan dari sisi pemulihan fisik para pemain, daripada tanding pukul 21.00 WIB setelah upacara pembukaan SEA Games. (ANG)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang