Musim haji

Kebakaran Melanda Kamar Pemondokan Haji

Kompas.com - 02/11/2011, 14:54 WIB

MEKKAH, KOMPAS.com Kebakaran melanda Maktab 71 atau Pemondokan Haji 71 Rumah Nomor 356 pada Rabu (2/11/2011) pagi. Kebakaran terjadi karena penghuni lupa mencabut colokan listrik.

Wartawan Kompas Tjahja Gunawan Diredja melaporkan langsung dari Mekkah, tidak ada korban akibat peristiwa tersebut. Jemaah haji asal Palembang yang menginap di Kamar 507 lantai 5 lupa mencabut colokan listrik saat memasak air. Akibatnya, kompor yang diletakkan di atas kulkas itu meledak.

Namun, instalasi pemadam kebakaran yang ada di setiap kamar langsung menyiram sumber api dari kompor yang meledak itu.

Menurut saksi mata, amukan si jago merah bisa segera dipadamkan oleh alat pemadam kebakaran otomatis itu. Kompor yang menjadi sumber kebakaran ditinggalkan saat semua penghuni Kamar 507 meninggalkan maktab untuk pergi shalat subuh di Masjidil Haram.

Akibat kebakaran itu, jemaah di lantai 5 dan petugas pemondokan sibuk memindahkan barang-barang ke tempat lain. Saat ini bekas asap hitam yang menempel di dinding Kamar 507 langsung dicat lagi, sementara penghuninya mengungsi ke kamar lain.

Jemaah yang tinggal di Maktab 71 adalah mereka yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 52. Kloter ini merupakan gabungan dari jemaah asal Provinsi Banten dan Palembang, Sumatera Selatan.

Maktab 71 berada di wilayah Ja'fariyah, di belakang Makam Al Ma'la atau sekitar dua kilometer menuju Masjidil Haram.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau