Sea games

Arena Akuatik Diserbu Serangga Malam

Kompas.com - 03/11/2011, 11:22 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com- Serbuan serangga menjadi tantangan terbesar pengelolaan arena akuatik untuk SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan. Aneka jenis serangga menyerbu tempat yang penuh cahaya dan air itu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan (Sumsel) yang bertanggung jawab atas pengelolaan arena akuatik, Yohannes H Toruan mengatakan, arena itu tempat yang disukai serangga. Aneka jenis jangkrik, kepinding, dan laron terbang ke arena setiap malam.

"Mau bagaimana lagi, sekarang musim pancaroba dan memang banyak serangga malam yang suka tempat bercahaya serta berair," ujarnya di Palembang, Kamis (3/11/2011).

Pengelola tidak bisa mengusir serangga dengan pestisida. Pasalnya, dikhawatirkan serangga yang mati terkena pestisida akan masuk ke kolam. "Kami tidak ingin air tercemar pestisida yang dibawa serangga. Itu bisa jadi masalah besar," ujarnya.

Kolam harus steril dan tim dari berbagai negara peserta SEA Games dapat sewaktu-waktu memeriksa air kolam. Jika diketahui mengandung pestisida, dikhawatirkan pengelola dijatuhi sanksi. Karena itu, pengendalian hanya bisa secara manual. Setiap hari, petugas membersihkan arena dari serangga mati. "Saya ikut mengambili satu per satu," ujar Yohannes.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau