PALEMBANG, KOMPAS.com- Serbuan serangga menjadi tantangan terbesar pengelolaan arena akuatik untuk SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan. Aneka jenis serangga menyerbu tempat yang penuh cahaya dan air itu.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumatera Selatan (Sumsel) yang bertanggung jawab atas pengelolaan arena akuatik, Yohannes H Toruan mengatakan, arena itu tempat yang disukai serangga. Aneka jenis jangkrik, kepinding, dan laron terbang ke arena setiap malam.
"Mau bagaimana lagi, sekarang musim pancaroba dan memang banyak serangga malam yang suka tempat bercahaya serta berair," ujarnya di Palembang, Kamis (3/11/2011).
Pengelola tidak bisa mengusir serangga dengan pestisida. Pasalnya, dikhawatirkan serangga yang mati terkena pestisida akan masuk ke kolam. "Kami tidak ingin air tercemar pestisida yang dibawa serangga. Itu bisa jadi masalah besar," ujarnya.
Kolam harus steril dan tim dari berbagai negara peserta SEA Games dapat sewaktu-waktu memeriksa air kolam. Jika diketahui mengandung pestisida, dikhawatirkan pengelola dijatuhi sanksi. Karena itu, pengendalian hanya bisa secara manual. Setiap hari, petugas membersihkan arena dari serangga mati. "Saya ikut mengambili satu per satu," ujar Yohannes.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang