JAKARTA, KOMPAS.com — Dua tim unggulan Grup B, Vietnam dan Filipina, harus bertemu pada laga pembuka penyisihan grup di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (3/11/2011) pukul 16.00. Posisi mereka diintai oleh Laos yang menghadapi Myanmar pukul 19.00. Laos ingin mengulangi kesuksesan SEA Games 2009 yang lolos ke semifinal dan berakhir di peringkat keempat.
Filipina, yang pencapaian terbaiknya di ajang dua tahunan ini sampai semifinal 1991, memanfaatkan momen kebangkitan dengan pemain-pemain mudanya. Tim nasional U-23 Filipina diperkuat sejumlah pemain yang mematangkan teknik mengolah si kulit bundar di Inggris, Jerman, dan Belgia.
Vietnam, yang berstatus sebagai tim favorit memimpin Grup B, memilih bersikap waspada. Runner-up SEA Games 2009 ini langsung menjalani laga berat menghadapi Filipina. "Banyak yang menilai kami tim terkuat di Grup B. Kita lihat saja apakah benar kami favorit atau tidak di pertandingan besok. Lawan terberat Filipina," ujar Pelatih Vietnam Falko Goetz, Rabu.
Vietnam, yang dibesut pelatih asal Jerman itu, menerapkan permainan agresif. Mereka menyerang dengan cepat melalui kedua sayap dengan variasi serangan dari sisi dalam yang dikomandoi kapten Nguyen Trong Hoang.
Gelandang klub Song Lam Nghe An yang menjadi lawan Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura di Piala AFC itu menjadi inspirator permainan saat uji coba melawan tim U-23 Jepang dan serangkaian pertandingan di turnamen Vietnam Football Federation (VFF) bulan lalu.
Turnamen VFF itu menjadi uji coba terakhir menjelang SEA Games XXVI. Vietnam bermain 1-1 melawan Malaysia dan Uzbekistan serta menghajar Myanmar 5-0. "Kami coba yang terbaik dan menghormati tim lain. Lebih baik kami memikirkan satu pertandingan ke pertandingan lain," kata Goetz tegas.
Kekuatan baru
Filipina menjadi kekuatan baru di Asia Tenggara dengan melimpahnya pemain-pemain muda berbakat yang mengasah teknik bermain bola di Eropa.
Filipina yang juga diasuh pelatih asal Jerman, Michael Weiss, akhirnya bisa diperkuat oleh Manny Ott. Gelandang klub Divisi Empat Jerman, FC Ingolstadt II, itu akhirnya memutuskan bergabung dengan "The Azkals" setelah bulan lalu menyatakan mundur karena ingin mencari klub baru. Bergabungnya Ott menyelesaikan masalah Weiss memilih gelandang. Ia sebelumnya mencoba Marwin Angeles di lini tengah bersama gelandang berpengalaman Jason de Jong.
De Jong pernah memperkuat tim Filipina di Piala ASEAN Football Federation 2010 dan kemudian bergabung dengan Persiba Balikpapan.
Daya gedor "The Azkals" bertambah berbahaya dengan pemain sayap yang bisa bermain sebagai bek sayap, Matthew Hartmann. Ia pernah bermain di Portsmouth dan Nottingham Forest pada 2006-2008. Pemain keturunan Filipina-Belgia, Jeffrey Christiaens, juga dipanggil.
Lini tengah Filipina bakal menjadi pemasok bola yang efektif ke penyerang andalan Mark Hartmann. "Ini debut saya di SEA Games. Ini bukan pekerjaan mudah karena kami tidak begitu tahu tim lain," ujar Weiss yang memusatkan latihan di Jepang. "Kami ingin jadi tim kuda hitam. Kami sudah melihat Vietnam dan kami anggap mereka salah satu favorit di grup ini."
Laos yang menghadapi Myanmar bertekad menuai poin penuh untuk mempermudah langkah mereka. Mereka optimistis dengan kekuatan mereka yang telah dipoles selama dua bulan pemusatan latihan intensif.
"Saya tetap optimistis bisa mengulangi pencapaian di SEA Games sebelumnya meskipun kami bukan tim favorit,” ujar pelatih Laos yang asal Austria, Hans-Peter Schaller.
Pelatih Myanmar Stefan Hanssen menilai timnya siap bersaing meskipun persiapannya singkat. Pelatih asal Swedia itu menerapkan permainan agresif dengan formasi 4-1-2-3 atau 4-1-3-2. (ANG)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang