DENPASAR, KOMPAS.com - Pascagempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang pada 11 Maret 2011 yang lalu, turis Jepang yang berlibur ke Bali mulai ramai. Masyarakat Jepang tampaknya sudah kembali datang melakukan perjalanan wisata ke Pulau Dewata, hal itu terlihat dari data kunjungan turis asing ke daerah ini yang jumlahnya mengalami peningkatan tiga bulan terakhir ini.
Seorang pemandu wisata khusus berbahasa Jepang, Made Sutarka di Denpasar, Kamis (4/11/2011), juga menyebutkan adanya peningkatan kedatangan wisatawan asal Jepang. Ia memaklumi jika masyarakat Jepang menunda sementara atau membatalkan melakukan perjalanan wisata ke luar negeri selama satu atau dua bulan pascagempa bumi yang melanda negeri tersebut.
Sesuai laporan Dinas Pariwisata Provinsi Bali, kunjungan khusus turis Jepang ke Bali dalam empat bulan terakhir ini terjadi peningkatan jumlah bagi mereka yang melakukan perjalanan wisata ke Bali. Turis Jepang yang datang langsung dari negerinya ke Bali selama bulan Juni misalnya baru tercatat 13.606 orang dan Juli naik menjadi 16.188 orang, Agustus 18.055 orang dan September sebanyak 18.937 orang.
Masyarakat Jepang secara komulatif yang datang berlibur ke Pulau Dewata selama Januari-September 2011 hanya 142.670 orang berkurang 27,27 persen, jika dibanding periode yang sama 2010 mencapai 196.171 orang. Dalam kondisi bencana yaitu di bulan April 2011, turis Jepang masih ada yang berlibur ke Bali yaitu sebesar 12.182 orang.
Kedatangan turis Jepang masih termasuk negara ketiga besar pemasok turis asing terbanyak ke Bali setelah disalip oleh kehadiran masyarakat Australia sebanyak 585.693 orang menyusul turis China sebanyak 179.219 orang. Berkurangnya turis Jepang ke Bali selama ini telah ditutupi dengan semakin banyaknya turis Australia ke Bali sehingga turis asing ke Bali sudah mencapai 2.052.083 orang, selama Januari-September 2011.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang