Moratorium remisi koruptor

Bambang Soesatyo: Denny Indrayana Bohong

Kompas.com - 04/11/2011, 09:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Bambang Soesatyo, menuding Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana telah berbohong. Kebohongan ini dilakukan Denny terkait pernyataannnya tentang moratorium yang belakangan diganti dengan pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat untuk terpidana perkara korupsi dan terorisme.

"Belakangan Denny menyatakan, Kementerian Hukum dan HAM tidak melakukan moratorium (penghentian sementara), melainkan pengetatan pemberian remisi dan pembebasan bersyarat untuk terpidana perkara korupsi dan terorisme. Tetapi dalam surat edaran Dirjen Pemasyarakatan No PAS-HM. 01.02 - 42, dalam perihal tertulis Moratorium Pemberian Hak Narapidana Tindak Pidana Korupsi dan Terorisme," kata Bambang, Jumat (4/11/2011).

Denny Indrayana, menurut Bambang, juga pernah menyatakan, selama dia menjabat tidak akan memberikan pembebasan bersyarat bagi terpidana korupsi, kecuali untuk mantan anggota DPR 1999-2004 Agus Condro. Pasalnya, Agus Condro merupakan pembuka kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia pada tahun 2004 yang dimenangkan Miranda S Goeltom.

"Dalam hal ini Denny kembali berbohong kepada publik. Sebab, pada hari pembebasan bersyarat Agus Condro, ternyata terpidana korupsi (yang juga mantan anggota DPR) Daniel Tandjung juga dibebaskan. Padahal, Daniel Tandjung bukan pembuka kasus," ujar Bambang.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau