Giliran Italia Jadi Fokus

Kompas.com - 05/11/2011, 02:25 WIB

CANNES, JUMAT - Seiring dengan langkah Yunani membatalkan referendum, sehingga sedikit melegakan, perhatian para pemimpin G-20 terfokus pada Italia. Suku bunga obligasi Italia semakin tinggi di pasaran. Ini mencerminkan sikap para investor yang tidak memercayai Italia. Tekanan pada Perdana Menteri Italia untuk mundur juga menguat.

Salah seorang sumber di pertemuan G-20 Cannes, Perancis, Jumat (4/11), menyatakan, Komisi Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) akan mengawasi ketat perekonomian Italia. Semua pihak khawatir masalah ekonomi Italia akan semakin parah dan menyeret kawasan Eropa. Berlusconi menyatakan bersedia menerima pengawasan ini.

Namun, PM Italia Silvio Berlusconi menyatakan, Italia menolak tawaran dukungan keuangan IMF. Dia juga menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya dan yakin pemerintahannya masih dapat bertahan.

Perekonomian Italia jauh lebih besar dibandingkan dengan Yunani. Produk domestik bruto (PDB) Italia pada tahun 2010 sekitar 1,774 triliun dollar AS atau di urutan ke-11 di dunia. PDB Yunani hanya 318,1 miliar dollar AS, atau di urutan ke-39. Dapat dibayangkan jika krisis utang di Italia terus memburuk.

Para pemimpin G-20 juga merasa pemerintahan Berlusconi terlalu lamban mengambil langkah, seperti reformasi ekonomi dan penghematan serta tidak menjaga stabilitas ekonominya.

Utang Italia saat ini mencapai 116 persen dari PDB, jauh di atas batasan maksimum 60 persen dari PDB.

Suku bunga obligasi Italia bertenor 10 tahun sudah naik menjadi 6,4 persen. Ini adalah pertanda krisis. Pertumbuhan ekonomi Italia hanya 1 persen.

Kawan memberontak

Situasi politik Italia mempersulit Berlusconi mengimplementasikan program-programnya. Pada musim panas lalu, Pemerintah Italia mencanangkan dua program paket penghematan, tetapi para pelaku pasar tetap meragukan langkah

Pada pertemuan G-20, Berlusconi berjanji Italia akan memenuhi target untuk mengurangi defisit anggaran pemerintah pada tahun 2013. Ia juga mengatakan, langkah pengetatan terbaru akan efektif pada akhir bulan ini.

Di dalam negeri, tekanan terhadap Berlusconi untuk mudur dari jabatannya terus mengemuka. Bahkan, dia mendapat pemberontakan dari anggota partainya sendiri yang mengancam akan melawan pemerintah dalam pemilihan penting di parlemen pekan depan.

Dengan kekacauan di pasar finansial dan obligasi Italia yang berada di bawah tekanan, seruan agar Berlusconi mundur terdengar dari berbagai sisi. Berlusconi dituntut mundur agar pemerintahan baru dapat dibentuk untuk mengatasi krisis yang semakin mengancam zona euro.

Enam mantan loyalis parlemen menulis surat kepada Berlusconi agar dia mundur. ”Jadilah pendukung fase politik baru dan pemerintahan baru,” demikian seruan mereka.

Negara-negara berkembang yang bantuannya sangat diharapkan dapat menyelamatkan zona euro berubah sikap setelah muncul semakin banyak ketidakpastian di Eropa.

Ketidakpastian di Yunani dan keraguan pada keseriusan Italia membenahi perekonomian membuat zona euro makin kesulitan.

Negara yang memiliki dana tunai cukup banyak, seperti China, Rusia, dan Brasil, menyatakan hanya akan menyalurkan investasinya ke Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF) melalui IMF. Itu pun dengan persyaratan bahwa mereka harus mendapatkan porsi suara yang lebih besar lagi di lembaga multilateral itu.

Tadinya, negara berkembang ini diharapkan berinvestasi melalui EFSF. Ini adalah sebuah badan yang mengatur dan memberikan dana talangan untuk negara zona euro yang sedang kesulitan.

Pekan lalu, para pemimpin Eropa merencanakan akan menambah dana EFSF ini dari 440 miliar euro AS menjadi 1 triliun euro. Harapannya, dana tambahan tersebut diperoleh dari negara di luar Eropa. Akhir pekan lalu, pimpinan EFSF telah berkunjung di China untuk mencari dukungan.

(AP/AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau