Salah seorang sumber di pertemuan G-20 Cannes, Perancis, Jumat (4/11), menyatakan, Komisi Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) akan mengawasi ketat perekonomian Italia. Semua pihak khawatir masalah ekonomi Italia akan semakin parah dan menyeret kawasan Eropa. Berlusconi menyatakan bersedia menerima pengawasan ini.
Namun, PM Italia Silvio Berlusconi menyatakan, Italia menolak tawaran dukungan keuangan IMF. Dia juga menegaskan tidak akan mundur dari jabatannya dan yakin pemerintahannya masih dapat bertahan.
Perekonomian Italia jauh lebih besar dibandingkan dengan Yunani. Produk domestik bruto (PDB) Italia pada tahun 2010 sekitar 1,774 triliun dollar AS atau di urutan ke-11 di dunia. PDB Yunani hanya 318,1 miliar dollar AS, atau di urutan ke-39. Dapat dibayangkan jika krisis utang di Italia terus memburuk.
Para pemimpin G-20 juga merasa pemerintahan Berlusconi terlalu lamban mengambil langkah, seperti reformasi ekonomi dan penghematan serta tidak menjaga stabilitas ekonominya.
Utang Italia saat ini mencapai 116 persen dari PDB, jauh di atas batasan maksimum 60 persen dari PDB.
Suku bunga obligasi Italia bertenor 10 tahun sudah naik menjadi 6,4 persen. Ini adalah pertanda krisis. Pertumbuhan ekonomi Italia hanya 1 persen.
Situasi politik Italia mempersulit Berlusconi mengimplementasikan program-programnya. Pada musim panas lalu, Pemerintah Italia mencanangkan dua program paket penghematan, tetapi para pelaku pasar tetap meragukan langkah
Pada pertemuan G-20, Berlusconi berjanji Italia akan memenuhi target untuk mengurangi defisit anggaran pemerintah pada tahun 2013. Ia juga mengatakan, langkah pengetatan terbaru akan efektif pada akhir bulan ini.
Di dalam negeri, tekanan terhadap Berlusconi untuk mudur dari jabatannya terus mengemuka. Bahkan, dia mendapat pemberontakan dari anggota partainya sendiri yang mengancam akan melawan pemerintah dalam pemilihan penting di parlemen pekan depan.
Dengan kekacauan di pasar finansial dan obligasi Italia yang berada di bawah tekanan, seruan agar Berlusconi mundur terdengar dari berbagai sisi. Berlusconi dituntut mundur agar pemerintahan baru dapat dibentuk untuk mengatasi krisis yang semakin mengancam zona euro.
Enam mantan loyalis parlemen menulis surat kepada Berlusconi agar dia mundur. ”Jadilah pendukung fase politik baru dan pemerintahan baru,” demikian seruan mereka.
Negara-negara berkembang yang bantuannya sangat diharapkan dapat menyelamatkan zona euro berubah sikap setelah muncul semakin banyak ketidakpastian di Eropa.
Ketidakpastian di Yunani dan keraguan pada keseriusan Italia membenahi perekonomian membuat zona euro makin kesulitan.
Negara yang memiliki dana tunai cukup banyak, seperti China, Rusia, dan Brasil, menyatakan hanya akan menyalurkan investasinya ke Fasilitas Stabilitas Finansial Eropa (EFSF) melalui IMF. Itu pun dengan persyaratan bahwa mereka harus mendapatkan porsi suara yang lebih besar lagi di lembaga multilateral itu.
Tadinya, negara berkembang ini diharapkan berinvestasi melalui EFSF. Ini adalah sebuah badan yang mengatur dan memberikan dana talangan untuk negara zona euro yang sedang kesulitan.
Pekan lalu, para pemimpin Eropa merencanakan akan menambah dana EFSF ini dari 440 miliar euro AS menjadi 1 triliun euro. Harapannya, dana tambahan tersebut diperoleh dari negara di luar Eropa. Akhir pekan lalu, pimpinan EFSF telah berkunjung di China untuk mencari dukungan.