Donor Darah untuk Hari Sumpah Pemuda

Kompas.com - 08/11/2011, 02:20 WIB

Senin (31/10) adalah hari pertama kuliah pada minggu terakhir bulan Oktober di kampus Politeknik Negeri Jakarta. Hari pertama perkuliahan pada minggu terakhir itu diawali dengan kegiatan donor darah yang dilaksanakan unit kegiatan mahasiswa Polycare Politeknik Negeri Jakarta.

Polycare merupakan singkatan dari Polytechnic Caring for Social and Environment, salah satu unit kegiatan mahasiswa di Politeknik Negeri Jakarta. UKM ini bergerak di bidang sosial kemasyarakatan. Kegiatan donor darah yang diprakarsai UKM Polycare dilaksanakan di Gedung Serbaguna PNJ dan diikuti semua sivitas akademika PNJ, mulai mahasiswa, dosen, hingga staf kampus, seperti petugas satpam dan pramukantor (OB).

Kegiatan donor darah juga terselenggara atas kerja sama panitia Polycare dan Badan Eksekutif Mahasiswa PNJ dengan pihak kampus dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, Jawa Barat.

Pihak kampus dalam hal ini Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan Agus Setiawan. Ia mendukung penuh kegiatan tersebut.

Menurut Ketua Polycare Hasan Al Biruni, kegiatan ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan UKM Polycare.

”Ini acara tahunan sebagai program kerja UKM Polycare. Kali ini merupakan acara ketiga setelah Polycare dibentuk. Sebetulnya acara ini juga merupakan salah satu program dari BEM. Hanya saja, BEM memercayakannya kepada kami,” tutur Hasan di sela-sela kegiatan donor darah.

Selain sebagai acara tahunan, kegiatan ini juga dilakukan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2011.

Peserta donor darah, ujar Hasan, diutamakan mahasiswa dari tingkat pertama hingga tingkat akhir, yang ingin dan mau peduli terhadap lingkungan sosial mereka. Darah yang didonorkan lalu disalurkan PMI Kota Depok ke sejumlah rumah sakit di Kota Depok.

”Kami menyambut baik kerja sama yang dilakukan mahasiswa PNJ dengan PMI Kota Depok ini. Kegiatan ini sangat berguna bagi kami. Hasilnya akan kami salurkan, terutama ke rumah sakit-rumah sakit di Kota Depok yang membutuhkan darah,” tutur Anwar, anggota PMI Kota Depok.

Melebihi target

Meski jumlah donor yang ditargetkan panitia Polycare hanya 150 orang, saat pelaksanaan, jumlahnya melebihi target. Antusiasme mahasiswa terlihat jelas dengan banyaknya pendaftar, mencapai 200 orang.

Bahkan, saking banyaknya peserta, PMI hampir kewalahan melayani para donor. Antusiasme mahasiswa juga terlihat dari antrean panjang di ruang tunggu, pos pengecekan darah, dan pos pengujian kelayakan donor.

Waktu donor darah yang singkat, pukul 11.00-14.00, makin mempersempit kesempatan bagi mahasiswa yang ingin berpartisipasi. Tak sedikit mahasiswa yang kecewa lantaran tidak bisa ikut berpartisipasi dalam acara kemanusiaan tersebut.

Rahmalia, mahasiswi Jurusan Teknik Sipil, misalnya, terpaksa mengurungkan niat untuk menyumbangkan darah lantaran kuota dan waktu yang ditentukan panitia telah habis.

”Kecewa juga, sih. Penasaran aja pengin donor darah. Tapi, karena sudah tidak bisa, mau diapakan lagi,” katanya.

Selain mahasiswa, ada pula dosen yang menyempatkan waktu untuk turut berpartisipasi. Salah satunya adalah Ade Haryani, dosen Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan PNJ.

”Saya senang bisa membantu orang lain walaupun hanya melalui donor darah. Rasanya tenang dan perasaan enak setelah selesai diambil darah,” tuturnya.

Selain donor darah, kegiatan masih disambung dengan beberapa acara yang juga berbasis sosial kemasyarakatan. Di antaranya adalah kegiatan bakti sosial dan pengobatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok pada 1 November di Pondokjaya, Cipayung, Depok.

Ada juga kegiatan olahraga bareng mahasiswa yang dilaksanakan pada 2 November bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia Kota Depok. Terakhir, kegiatan diskusi bersama antara mahasiswa dan Direktorat PNJ pada 4 November di aula Gedung Q PNJ.

Faisal Abduh Mahasiswa Semester V Jurusan Teknik Grafika dan Penerbitan Politeknik Negeri Jakarta

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau