Sea games xxvi/2011

Terpasang, Perangkat Penilaian Cabang Menembak

Kompas.com - 09/11/2011, 03:09 WIB

Palembang, Kompas - Teknisi mulai memasang perangkat elektronik untuk penilaian kompetisi di Kompleks Olahraga Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan. Cabang-cabang yang membutuhkan pengukuran secara presisi akan diprioritaskan pemasangannya.

Di arena menembak, teknisi dari SIUS AG, perusahaan pembuat perangkat penilaian, Marc Bischof, memasang dan menyetel perangkat itu, Selasa (8/11). Penyetelan untuk memastikan peralatan bisa merekam penilaian berdasarkan standar Federasi Olahraga Menembak Internasional (ISSF). ”Kami menyetel dan memprogram berdasarkan peraturan ISSF,” ujarnya.

Peralatan itu akan mencatat dan merekam hasil tembakan setiap atlet. Hasil itu akan ditampilkan di layar kecil di dekat atlet dan di ruang kontrol. Di layar dekat atlet akan ditampilkan target yang ditembus peluru, nilai, dan waktu menembak. Sementara di ruang kontrol, nilai akan segera diproses untuk pemeringkatan atlet.

”Jika diperlukan, hasil pertandingan bisa dikirim ke situs kami dan bisa dilihat dari mana saja. Tetapi, itu (publikasi hasil pertandingan) bukan bagian dari kerja kami. Hal itu juga butuh koneksi internet,” ujarnya.

Panitia belum siap

Kepanitiaan SEA Games di Palembang hingga Selasa kemarin belum siap seluruhnya. Jumlah panitia SEA Games di Palembang yang diperkirakan sebanyak 5.306 orang, meliputi 4.270 volunter, 300 petugas pendamping atau liaison officer (LO), dan 736 kru umum, masih bisa bertambah ataupun berkurang.

Menurut Field Operation Deputi III Inasoc Diah Ayuningtyas, Inasoc Pusat akan segera berkoordinasi dengan Inasoc Sumsel mengenai kepanitiaan di Palembang. ”Rekrutmen kepanitiaan di Palembang dilakukan secara tertutup sehingga Inasoc Pusat tidak mengetahui prosesnya,” ujarnya.

Menurut Diah, jumlah panitia SEA Games di Jakarta yang terdiri dari 2.193 volunter, 665 LO, dan 1.025 kru umum dipastikan tidak berubah. Jumlah panitia SEA Games di Jakarta tidak berubah karena Inasoc Pusat memantau sejak dari proses rekrutmen sampai penempatan panitia SEA Games.

Seperti diberitakan, ketidakjelasan tugas dialami LO di Palembang. Mereka belum punya gambaran jelas mengenai tugas mereka saat mendampingi kontingen. Pembekalan dan koordinasi dari Inasoc Sumsel juga dinilai minim. Pembekalan yang diterima selama setahun masa persiapan hanya pelajaran bahasa Inggris. Tak ada pembekalan teknis atau pengertian tentang tugas LO.

Ada buku petunjuk

Diah mengutarakan, Inasoc Pusat telah memberikan buku petunjuk tentang materi pelatihan untuk kepanitiaan SEA Games kepada Inasoc DKI Jakarta dan Inasoc Sumsel.

”Kepanitiaan SEA Games di Jakarta telah dilatih sesuai buku petunjuk dari Inasoc Pusat. Pematerinya adalah orang yang kompeten dengan bidangnya, tetapi di Palembang saya belum memastikan bagaimana pelatihan diberikan. Malam ini (Selasa malam), saya berkoordinasi dengan koordinator LO di Palembang,” kata Diah.

Diah menambahkan, untuk pelatihan panitia SEA Games di Jakarta, materi diberikan sesuai keahlian pemateri. Misalnya, materi kebudayaan dan pariwisata di Jakarta diberikan oleh Dinas Pariwisata DKI Jakarta. Materi mengenai kemampuan berkomunikasi diberikan oleh dosen ilmu komunikasi.

Ketua Inasoc Sumsel Muddai Madang menuturkan, pelatihan untuk panitia SEA Games di Palembang diberikan selama delapan bulan. Jumlah panitia SEA Games di Palembang mencapai 6.500 orang. (RAZ/WAD/HLN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau