Sulit Hamil karena Suami Kegemukan?

Kompas.com - 09/11/2011, 10:38 WIB

TANYA :

Dok, saya sudah menikah selama empat bulan, tetapi kok saya gak hamil-hamil juga ya? Padahal, jadwal haid saya bisa dibilang teratur. Saya memang belum melakukan pemeriksaan ke dokter. Suami saya berusia 27 tahun, dia memiliki postur tubuh yang tinggi besar dengan berat mencapai 104 kilogram dan tinggi 175 centimeter.

Yang menjadi pertanyaan, apakah berat badan suami saya akan mempengaruhi kualitas & kuantitas sperma dalam membuahi sel telur? Satu hal lagi, jumlah sperma yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak. Apakah itu juga mempengaruhi terhadap peluang terjadinya kehamilan. Terima kasih dan mohon jawabannya.

(Anggi, 28, Tangerang)

 

JAWAB :

Untuk terjadinya kehamilan, diperlukan keadaan kesuburan yang baik pada suami dan istri. Selain itu, hubungan seksual harus dilakukan pada saat subur istri. Karena itu hubungan seksual harus teratur agar pada suatu saat hubungan seksual berlangsung pada saat subur istri.

Kalau hubungan seksual tidak teratur, maka hubungan seksual harus diatur agar dilakukan pada saat istri mengalami saat subur. Untuk mengetahui apakah keadaan kesuburan baik atau tidak, harus dilakukan pemeriksaan khusus, baik pada suami maupun istri. Masalah kegemukan yang dialami suami memang dapat menjadi penyebab gangguan kesuburan.

Berbagai gangguan atau penyakit dapat mengakibatkan kegemukan, antara lain kekurangan hormon testosteron. Padahal hormon testosteron antara lain diperlukan untuk produksi sperma. Mengenai jumlah sperma yang Anda katakan tidak terlalu banyak, mungkin saja benar, tetapi mungkin juga tidak benar.

Untuk memastikan tentu diperlukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan sperma. Analisis sperma, tidak hanya untuk volumenya, melainkan juga meliputi warna, bau, jumlah selnya, gerakan, dan bentuknya. Saya sarankan suami dan Anda juga mendapat pemeriksaan untuk mengevaluasi kesuburan. Dengan demikian, kalau ada gangguan, dapat segera diatasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau