JSJP Sukses, "Racunnya" Merembes

Kompas.com - 10/11/2011, 10:48 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com - Jelajah Sepeda Jakarta-Palembang (JSJP) mendapat pujian banyak pihak karena sukses dan cukup memberi inspirasi. Event ini pun seperti "racun" yang mulai merangsang banyak pihak untuk melakukan kegiatan yang sama.

Jelajah sepeda yang dimulai 3 November itu, akhirnya memang tiba di Palembang tepat waktu, Rabu (9/11/2011). Bukan hanya jadwal terpenuhi dengan disiplin, namun perjalanan tim juga lancar.

Nyaris tak ada masalah berarti. Memang, satu peserta sempat jatuh di jalur Martapura-Baturaja, namun tak mengalami luka serius dan bisa melanjutkan bersepeda. Di akhir acara, satu peserta lagi sempat kesundul mobil, tapi juga tak menimbulkan kerusakan berat pada sepeda atau luka serius.

Selebihnya, hampir semuanya memuaskan. Road captein JSJP, Marta Mufreni, malah mengaku kaget bisa sesukses ini.

"Saya sebelumnya tak bisa membayangkan bisa memimpin 53 pesepeda dari berbagai latar belakang, dari Jakarta ke Palembang. Sempat cemas, tapi ternyata semua berjalan lancar. Yang membuat saya puas, ternyata kekompakan peserta sangat solid hingga akhir etape, meski datang dari komunitas berbeda dan memiliki kekuatan berbeda," kata Marta pada acara penutupan di sisi Sungai Musi, Rabu malam.

Ketua Panitia, Janes, juga mengaku puas. "Acara ini sukses dan lancar, tak ada yang sakit atau terluka parah. Semua tujuan tercapai dan misi sepertinya berjalan baik. Tapi, saya harus berterima kasih kepada Polri, Kopassus, RS Premier Ramsey, komunitas Honda Tiger, dan semua para pendukung. Mereka telah bekerja dengan baik hingga semuanya berjalan baik pula," kata Janes.

Kepuasan juga ditunjukkan Wakil Ketua Panitia yang juga peserta gowes, Nugroho F Yudo. Maka, dia pun optimistis gelaran berikutnya akan lebih menarik dan berwarna.

Sementara itu Wakil Pemred Kompas, Taufik H Mihardja, mewakili manajemen mengatakan, kesuksesan JSJP pasti akan menebarkan inspirasi ke masyarakat. Apalagi, sepeda sangat sejalan dengan kampanye hijau bumi dan hemat energi.

"Ini hanya bisa dilakukan orang-orang bernyali besar. Dan kelak, jelajah sepeda bisa memberi inspirasi banyak orang," katanya.

Pernyataan puas dan sukses juga disampaikan para peserta dari berbagai komunitas. Pak Yos dari Green Fly, misalnya, malah memberi pujian besar.

"Saya pernah mengurus tur atlet. Tapi, ternyata tur JSJP lebih baik manajemennya. Luar biasa," pujinya.

"Racun" acara ini juga sudah mulai terlihat. Di sepanjang jalan yang dilewati, JSJP selalu disambut meriah. Rata-rata masyarakat yang dilewati senang, bahkan sebagian mulai tertarik menggunakan sepeda.

Di Muara Enim lebih terlihat efek "racunnya". Komunitas sepeda setempat bahkan akhrnya mengantar bersepeda dari Muara Enim ke Palembang. Mereka pun menjadi sterinspirasi dan semakin bersemangat bersepeda.

"Terus terang, kami belum lama membentuk komunitas sepeda. Melihat acara JSJP, kami jadi tahu bagaimana bersepeda secara kelompok dan ini membuat kami semakin bersemangat untuk menggalakkannya," jelas Hengky, salah satu anggota komunitas sepeda Muara Enim.

Hal sama dikatakan rekannya, Melly. Menurutnya, komunitas sepeda Muara Enim jadi mendapat banyak pelajaran dari acara JSJP.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau