Papademos Menjadi PM

Kompas.com - 11/11/2011, 03:57 WIB

Athena, Kamis - Rapat para politisi dua partai utama Yunani, Kamis (10/11), akhirnya bersepakat menunjuk Lucas Papademos (54) menjadi perdana menteri ad interim. Mantan Wakil Gubernur Bank Sentral Eropa ini akan menjabat hingga 19 Februari 2012.

Penunjukan Papademos tak lepas dari tekanan Uni Eropa. Para elite Uni Eropa menginginkan seorang perdana menteri yang dipercayai bisa memaksa Yunani menyehatkan keuangan negara, yang sudah terlilit utang.

Sebuah kabinet pemerintahan baru itu akan dilantik pada hari Jumat. Rapat berlangsung lama atau tiga hari sebelum Papademos disepakati sebagai perdana menteri baru. Forum politisi sempat gagal mencapai kata sepakat mengenai figur yang tepat untuk menggantikan Papandreou.

Rapat soal penentuan pemimpin baru dan tim krisis yang alot membuat komunitas internasional marah. Pertemuan sebelumnya sempat diwarnai aksi walkout atau keluar dari sidang.

Krisis sudah membuat Yunani bangkrut dan memerlukan bantuan dari IMF, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Uni Eropa. Namun, troika ini ingin kepastian soal komitmen para politisi Yunani.

Presiden Yunani Karolos Papoulias membuka rapat lanjutan, Kamis, untuk pertemuan keempat. Dua jam setelah pertemuan itu, Lucas Papademos tiba di Istana Presiden. Sosoknya dinilai paling pas menjadi perdana menteri baru dan langsung mengikuti pertemuan

Kantor berita Athena (ANA) mengabarkan, Papademos telah terpilih menjadi perdana menteri baru Yunani. ANA memberitakan, bankir berusia 64 tahun itu adalah ”perdana menteri baru” yang akan segera dilantik.

Papademos, seperti disiarkan televisi negara NET, dipastikan akan dilantik Jumat. Dia akan bertugas hingga 19 Februari 2012. Selama itu dia juga harus ikut meratifikasi kesepakatan soal persyaratan pengucuran dana talangan yang ditawarkan troika. Paket itu amat penting bagi penyelamatan Yunani dari krisis keuangan.

Selain itu, perdana menteri baru juga harus bisa mendamaikan konflik di antara partai politik yang ada. Hal itu penting untuk menciptakan Yunani yang damai, aman, selama pemerintahan persatuan transisi, demi terselenggaranya pemilu perdana menteri definitif pada Februari 2012.

Uskup Agung Yunani Ieronymos telah membatalkan perjalanan ke Pulau Chios. Uskup akan menghadiri upacara pelantikan Papademos. NET mengatakan, kehadiran bankir ternama itu dalam rapat dengan para politisi adalah tanda bahwa memang rapat yang telah berjalan alot sejak Senin segera berakhir.

Formasi kabinet

Format kabinet pemerintahan transisi baru dan siapa yang berada dalam struktur tim penanggulangan krisis keuangan belum terungkap. Hanya saja dilaporkan, Menteri Keuangan Evangelos Venizelos tetap dalam posisi itu.

Papandreou dalam sambutan perpisahan yang emosional sebelumnya berharap penggantinya dapat mengatasi krisis dengan baik. Ia juga mengaku, ketika menghadap Presiden, dia tak mempunyai calon pengganti. Dia menyerahkannya ke forum rapat para politisi.

Media massa lokal, Kamis, mengangkat sejumlah isu yang memperlihatkan upaya penyelamatan krisis Yunani masih simpang siur. Masalah ini menjadi semakin kacau-balau karena belum ada keputusan final pertemuan politisi dua partai besar.

Pemimpin sayap kiri Syriza, Alexis Tsipras, membandingkan kekacauan di dalam rapat seperti letusan gunung Pompeii, Italia, dahulu. ”Apa yang kita saksikan dari beberapa pertemuan ibarat hari-hari akhir Pompeii. Sudah saatnya kita memilih pemimpin baru kita,” katanya.

Kedatangan Papademos ke Istana Presiden, sebelumnya, saat rapat sedang berjalan, dilaporkan telah menggairahkan pasar saham di Athena. Para pengamat pasar saham dan pelaku bisnis berharap krisis segera berakhir.

Papademos adalah figur paham soal penyelamatan perekonomian. Namun, ia mengatakan, jalan ke depan tak mudah. Ia meminta persatuan bangsa untuk menerima ujian berat demi mengatasi krisis ekonomi segera. Hal utama yang perlu dilakukan Yunani adalah pengurangan pengeluaran pemerintah untuk mengurangi timbunan utang negara.(AFP/AP/REUTERS/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau