Edan! BMW Drag Race Berlapis Emas

Kompas.com - 14/11/2011, 16:53 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Balas dendam kadang bisa kelewatan. Seperti itulah yang dilakukan Mohammed Ibrahim dan Bakr Ibrahim, dua bersaudara asal Sydney, Australia. Mereka punya BMW E46 yang rusak saat melibas arena drag race Selandia Baru dan sudah diubah menjadi "monster perhiasan" bermesin besar dan berbodi serat karbon plus emas.

Disebut "monster perhiasan" karena mobil dua pintu ini dilapisi emas 23 karat di sejumlah bagian dalam bodi, mulai dari mesin, turbocharger, pipa-pipa saluran, penyangga ban, suspensi, hingga velg yang berukuran 16 x 16 inci itu. Begitu juga ruang kabin, lapisan emas terlihat pada kemudi dan kursi, hingga ke pelapis dalam di area kaki.

Mesin galak

Mesin asli sudah diganti dengan mesin rotary Mazda 26B dan didukung turbo GT60. Walau banyak yang menyangsikan kalau mobil ini lebih seperti sebuah investasi ketimbang kendaraan balap, mesinnya sudah diuji dyno sebelum dilapisi emas. Hasilnya mencapai 1.664 tenaga kuda.

"Mobil ini mencatat waktu 7,2 detik pada lintasan 402 meter dengan kecepatan 315 km per jam," urai Ben Tubridy, Manager Queen Street Racing, rumah modifikasi yang dipercayakan duo Ibrahim mengerjakan mobilnya. Angka-angka itu tentu dihasilkan saat mobil belum didandani seperti sekarang.

Ben dan timnya lantas memasangkan segala kelengkapan balap drag, termasuk parasut, tiang beroda kecil agar mobil tidak terjengkang, serta transmisi manual 5-percepatan dari Lenco dan ECU MoTeC M800 sebagai pengontrol. Semua itu tersimpan dalam bodi berbahan serat karbon tersebut.

Soal biayanya, "ridelust" mendapat informasi angka Rp 9 miliar untuk BMW hitam yang dijuluki “Goldie Horn” ini. (Dimas)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau