Brussels, Selasa - Pertumbuhan di zona euro stagnan pada kuartal ketiga. Pertumbuhan kawasan yang bergelut dengan masalah utang itu diselamatkan oleh pertumbuhan Jerman dan Perancis yang membaik.
Menurut data dari Eurostat di Brussels, Belgia, Selasa (15/11), pertumbuhan ekonomi di zona euro sebesar 0,2 persen, sama seperti kuartal kedua, tetapi lebih ditopang oleh pertumbuhan sebesar 0,5 persen di Jerman dan 0,4 persen di Perancis.
Pertumbuhan di Jerman sebagian besar ditunjang oleh kenaikan belanja konsumen. Eurostat juga menyatakan, pertumbuhan ekonomi di Belanda turun 0,3 persen, kontraksi pertama sejak tahun 2009.
Eurostat juga memberikan angka perbandingan antara zonaeuro dan perekonomian lainnya. Diperkirakan, AS akan bertumbuh sebesar 0,6 persen karena perhitungan yang digunakan berbeda. Jepang bertumbuh 1,5 persen menurut perhitungan versi Eurostat.
Para analis mengatakan, sebenarnya zona euro sudah berada dalam resesi, terlebih karena pasar penting, seperti Italia dan Belanda, melemah. ”Tampaknya kontraksi akan terjadi pada kuartal keempat dan kuartal pertama tahun depan,” ujar Howard Archer, analis dari HIS Global.
”Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi 0,25 persen pada kuartal keempat dan kuartal pertama 2012 mendatang,” ujarnya.
Resesi
Chris Williamson, ekonom Markit yang bermarkas di London, Inggris, mengatakan, pertanda tak ada pertumbuhan ekonomi sudah terlihat di Spanyol. Sementara untuk Italia, dia mengatakan akan terkontraksi secara drastis pada kuartal keempat.
”Italia tampaknya merupakan negara zona euro berperingkat empat besar pertama yang terjerumus dalam resesi. Kombinasi antara lemahnya permintaan global, langkah penghematan, dan ketidakpastian yang disebabkan oleh krisis utang juga tampaknya akan menyebabkan penurunan di Jerman dan Perancis,” katanya lagi. Dia juga menyatakan, membaik atau tidaknya keadaan di Eropa lebih banyak bergantung pada sikap para politisi.
Sementara dua negara fokus perhatian, Yunani dan Italia, terus berupaya berbenah. Yunani berupaya menggalang dana dengan menerbitkan obligasi jangka pendek untuk mendapatkan dana 1 juta dollar AS.
Pemerintahan baru di bawah mantan Deputi Gubernur Bank Sentral, Lucas Papademos, berpacu melawan waktu untuk meratifikasi kesepakatan zona euro yang ditetapkan di Brussels akhir bulan lalu sebelum kehabisan dana tunai pertengahan Desember.
Pada pidato pertamanya di hadapan parlemen, Papademos mengatakan bahwa reformasi diperlukan untuk menjaga agar Yunani dapat tetap berada di zonaeuro dan hanya dapat dicapai melalui kesatuan nasional.
”Kita dapat mengatasi krisis lebih cepat dan dengan ongkos yang rendah melalui kesepakatan nasional dan kesatuan sosial,” ujar mantan petinggi bank sentral berusia 64 tahun itu.
(AP/AFP/joe)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang