Zona euro

Pertumbuhan Ekonomi Stagnan

Kompas.com - 16/11/2011, 04:31 WIB

Brussels, Selasa - Pertumbuhan di zona euro stagnan pada kuartal ketiga. Pertumbuhan kawasan yang bergelut dengan masalah utang itu diselamatkan oleh pertumbuhan Jerman dan Perancis yang membaik.

Menurut data dari Eurostat di Brussels, Belgia, Selasa (15/11), pertumbuhan ekonomi di zona euro sebesar 0,2 persen, sama seperti kuartal kedua, tetapi lebih ditopang oleh pertumbuhan sebesar 0,5 persen di Jerman dan 0,4 persen di Perancis.

Pertumbuhan di Jerman sebagian besar ditunjang oleh kenaikan belanja konsumen. Eurostat juga menyatakan, pertumbuhan ekonomi di Belanda turun 0,3 persen, kontraksi pertama sejak tahun 2009.

Eurostat juga memberikan angka perbandingan antara zonaeuro dan perekonomian lainnya. Diperkirakan, AS akan bertumbuh sebesar 0,6 persen karena perhitungan yang digunakan berbeda. Jepang bertumbuh 1,5 persen menurut perhitungan versi Eurostat.

Para analis mengatakan, sebenarnya zona euro sudah berada dalam resesi, terlebih karena pasar penting, seperti Italia dan Belanda, melemah. ”Tampaknya kontraksi akan terjadi pada kuartal keempat dan kuartal pertama tahun depan,” ujar Howard Archer, analis dari HIS Global.

”Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan terkontraksi 0,25 persen pada kuartal keempat dan kuartal pertama 2012 mendatang,” ujarnya.

Resesi

Chris Williamson, ekonom Markit yang bermarkas di London, Inggris, mengatakan, pertanda tak ada pertumbuhan ekonomi sudah terlihat di Spanyol. Sementara untuk Italia, dia mengatakan akan terkontraksi secara drastis pada kuartal keempat.

”Italia tampaknya merupakan negara zona euro berperingkat empat besar pertama yang terjerumus dalam resesi. Kombinasi antara lemahnya permintaan global, langkah penghematan, dan ketidakpastian yang disebabkan oleh krisis utang juga tampaknya akan menyebabkan penurunan di Jerman dan Perancis,” katanya lagi. Dia juga menyatakan, membaik atau tidaknya keadaan di Eropa lebih banyak bergantung pada sikap para politisi.

Sementara dua negara fokus perhatian, Yunani dan Italia, terus berupaya berbenah. Yunani berupaya menggalang dana dengan menerbitkan obligasi jangka pendek untuk mendapatkan dana 1 juta dollar AS.

Pemerintahan baru di bawah mantan Deputi Gubernur Bank Sentral, Lucas Papademos, berpacu melawan waktu untuk meratifikasi kesepakatan zona euro yang ditetapkan di Brussels akhir bulan lalu sebelum kehabisan dana tunai pertengahan Desember.

Pada pidato pertamanya di hadapan parlemen, Papademos mengatakan bahwa reformasi diperlukan untuk menjaga agar Yunani dapat tetap berada di zonaeuro dan hanya dapat dicapai melalui kesatuan nasional.

”Kita dapat mengatasi krisis lebih cepat dan dengan ongkos yang rendah melalui kesepakatan nasional dan kesatuan sosial,” ujar mantan petinggi bank sentral berusia 64 tahun itu.

(AP/AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau