Keberhasilan tim Indonesia disambut sukacita ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Hasil ini seperti mengobati dahaga mereka atas keringnya prestasi pemain Indonesia di berbagai turnamen internasional.
Itu sebabnya, mereka tetap setia menunggu di stadion sampai prosesi penyerahan medali dan pengibaran bendera Merah Putih. Ribuan suporter Indonesia pun dengan hikmat ikut menyanyikan lagu ”Indonesia Raya” secara bersama.
Ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang bulu tangkis. Sebelumnya Indonesia hanya mendapat perak di beregu putri. Dari cabang bulu tangkis, jumlah emas yang diperebutkan sebanyak tujuh keping. Indonesia menargetkan empat medali emas, salah satunya dari beregu putra.
Seperti yang diperkirakan sebelumnya, pertandingan final melawan Malaysia tidak sesulit seperti menghadapi Thailand di semifinal. Dengan tidak diperkuat pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei dan pemain ganda nomor empat dunia Koo Kean Keat/Tan Boon Heong, kekuatan Malaysia bertumpu pada pemain-pemain mudanya.
Yang sedikit melenceng adalah kekalahan pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan dari pasangan Lim Khim Wah/Goh Wei Shem. Juara Grand Prix Gold Indonesia Open ini gagal mengatasi tekanan sehingga bermain kurang tenang. Mereka kalah 18-21, 21-15, 23-25.
”Di level pertandingan seperti ini, tekanan memang sangat besar. Tetapi, terlepas dari ketidakmampuan mereka mengatasi tekanan, penampilan pasangan Malaysia cukup bagus,” kata pelatih ganda putra, Herry IP.
Indonesia sebelumnya sempat unggul lewat tunggal pertama Simon Santoso. Simon yang dipasang menggantikan Taufik Hidayat menang atas Daren Liew 22-20, 21-12.
”Tim Merah Putih” unggul 2-1 setelah tunggal kedua Tommy Sugiarto mengalahkan Mohamad Arif 21-13, 21-17. Kemenangan Indonesia akhirnya ditentukan di partai keempat. Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menghentikan perlawanan pasangan Mak Hee Chun/Ong Soon Hock 21-10, 21-14.
Meski kalah, tim Malaysia mengaku cukup puas dengan hasil ini. ”Buat kami, bukan soal menang atau kalah. SEA Games kali ini cuma ajang uji coba pemain muda kami sekaligus menambah pengalaman. Kami mempersiapkan mereka untuk turnamen internasional tahun depan, termasuk Piala Thomas,” kata pelatih kepala Malaysia, Hendrawan.
Kepala sub-bidang pelatnas yang juga pelatih kepala ganda pelatnas, Christian Hadinata, mengatakan, walau kali ini Malaysia kalah, kekuatan pemain muda mereka patut diwaspadai.
”Apa yang dilakukan Malaysia sangat tepat. Mereka mempersiapkan pemain muda dengan tampil di kompetisi seperti SEA Games,” kata Christian.
Setelah nomor beregu selesai, bulu tangkis melanjutkan kompetisi nomor perseorangan, Rabu ini. Untuk tunggal putri, tim bulu tangkis Indonesia menurunkan Adriyanti Firdasari dengan Bellaetrix Manuputty. Buat Bella, kesempatan ini cukup bagus untuk menambah pengalaman.
Di tunggal putra, jatah kuota dua pemain diberikan kepada Taufik Hidayat dan Simon Santoso. Pengurus PBSI sudah menargetkan emas berikutnya akan datang dari tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran.