Indonesia Lanjutkan Dominasi

Kompas.com - 16/11/2011, 04:53 WIB

Jakarta, Kompas - Keberhasilan tim bulu tangkis putra meraih emas mempertegas dominasi Indonesia di ajang SEA Games. Sejak pertama kali tampil tahun 1977 hingga 2011, Indonesia sudah 14 kali tampil sebagai juara. Pada final Selasa (15/11) kemarin, Indonesia menang 3-1 atas Malaysia.

Keberhasilan tim Indonesia disambut sukacita ribuan penonton yang menyaksikan pertandingan di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Hasil ini seperti mengobati dahaga mereka atas keringnya prestasi pemain Indonesia di berbagai turnamen internasional.

Itu sebabnya, mereka tetap setia menunggu di stadion sampai prosesi penyerahan medali dan pengibaran bendera Merah Putih. Ribuan suporter Indonesia pun dengan hikmat ikut menyanyikan lagu ”Indonesia Raya” secara bersama.

Ini merupakan emas pertama Indonesia dari cabang bulu tangkis. Sebelumnya Indonesia hanya mendapat perak di beregu putri. Dari cabang bulu tangkis, jumlah emas yang diperebutkan sebanyak tujuh keping. Indonesia menargetkan empat medali emas, salah satunya dari beregu putra.

Seperti yang diperkirakan sebelumnya, pertandingan final melawan Malaysia tidak sesulit seperti menghadapi Thailand di semifinal. Dengan tidak diperkuat pemain nomor satu dunia Lee Chong Wei dan pemain ganda nomor empat dunia Koo Kean Keat/Tan Boon Heong, kekuatan Malaysia bertumpu pada pemain-pemain mudanya.

Yang sedikit melenceng adalah kekalahan pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan dari pasangan Lim Khim Wah/Goh Wei Shem. Juara Grand Prix Gold Indonesia Open ini gagal mengatasi tekanan sehingga bermain kurang tenang. Mereka kalah 18-21, 21-15, 23-25.

”Di level pertandingan seperti ini, tekanan memang sangat besar. Tetapi, terlepas dari ketidakmampuan mereka mengatasi tekanan, penampilan pasangan Malaysia cukup bagus,” kata pelatih ganda putra, Herry IP.

Indonesia sebelumnya sempat unggul lewat tunggal pertama Simon Santoso. Simon yang dipasang menggantikan Taufik Hidayat menang atas Daren Liew 22-20, 21-12.

”Tim Merah Putih” unggul 2-1 setelah tunggal kedua Tommy Sugiarto mengalahkan Mohamad Arif 21-13, 21-17. Kemenangan Indonesia akhirnya ditentukan di partai keempat. Pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan menghentikan perlawanan pasangan Mak Hee Chun/Ong Soon Hock 21-10, 21-14.

Cukup puas

Meski kalah, tim Malaysia mengaku cukup puas dengan hasil ini. ”Buat kami, bukan soal menang atau kalah. SEA Games kali ini cuma ajang uji coba pemain muda kami sekaligus menambah pengalaman. Kami mempersiapkan mereka untuk turnamen internasional tahun depan, termasuk Piala Thomas,” kata pelatih kepala Malaysia, Hendrawan.

Kepala sub-bidang pelatnas yang juga pelatih kepala ganda pelatnas, Christian Hadinata, mengatakan, walau kali ini Malaysia kalah, kekuatan pemain muda mereka patut diwaspadai.

”Apa yang dilakukan Malaysia sangat tepat. Mereka mempersiapkan pemain muda dengan tampil di kompetisi seperti SEA Games,” kata Christian.

Nomor perseorangan

Setelah nomor beregu selesai, bulu tangkis melanjutkan kompetisi nomor perseorangan, Rabu ini. Untuk tunggal putri, tim bulu tangkis Indonesia menurunkan Adriyanti Firdasari dengan Bellaetrix Manuputty. Buat Bella, kesempatan ini cukup bagus untuk menambah pengalaman.

Di tunggal putra, jatah kuota dua pemain diberikan kepada Taufik Hidayat dan Simon Santoso. Pengurus PBSI sudah menargetkan emas berikutnya akan datang dari tunggal putra, ganda putra, dan ganda campuran. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau