Wajib Menang, Garuda...

Kompas.com - 17/11/2011, 06:09 WIB

Jakarta, kompas - Konsistensi permainan tim nasional Indonesia bakal diuji oleh juara bertahan Malaysia yang memiliki organisasi permainan solid di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (17/11) pukul 19.00 WIB. Tim ”Garuda Muda” ditargetkan meraih tiga poin untuk memperkuat mental di semifinal.

Pertandingan ini bakal berlangsung ketat karena tim pemenang akan memuncaki Grup A. Selain itu, Malaysia membutuhkan minimal satu poin untuk lolos ke semifinal jika Singapura menang besar atas Thailand pada pertandingan pukul 16.00 WIB.

”Kita sudah pasti lolos, apa pun hasilnya besok. Tetapi, saya tekankan, kita harus menang,” ujar pelatih timnas Indonesia, Rahmad Darmawan, Rabu petang, seusai latihan. ”Bermain untuk menang, artinya memberikan yang terbaik,” kata Rahmad.

”Selama ini, saya selalu mengingatkan kepada para pemain untuk down to earth, jangan merasa bahwa kita sudah juara, jangan sombong. Dan, itu akan terus diingatkan kepada mereka,” ujar Rahmad, merespons liputan media massa yang mulai fokus pada timnas U-23.

Malaysia, menurut Rahmad, tim yang matang karena dipersiapkan selama dua tahun. Mengalahkan Malaysia akan sangat sulit, tetapi bukan tidak bisa dikalahkan. ”Di tiga pertandingan yang saya lihat, mereka (Malaysia) memulai pertandingan dengan transisi yang sangat bagus. Ketika hilang bola bagaimana, ketika mendapat bola bagaimana, terlihat jelas organisasi permainan solid. Saya pikir kita harus disiplin, sabar, dan bermain lepas,” ujar Rahmad.

Rahmad tidak akan drastis mengubah taktik. Tim Indonesia tetap tampil agresif dengan kekuatan serang melalui sayap.

Pelatih bertangan dingin ini akan mengistirahatkan sejumlah pemain inti yang masih membutuhkan pemulihan. Pemain yang akan disimpan kemungkinan besar duet penyerang Titus Bonai dan Patrich Wanggai, pemain sayap Oktovianus Maniani, bek kiri Diego Michiels, dan bek tengah Abdulrahman.

Rahmad kemungkinan besar akan memainkan sistem 4-2-3-1 dengan penyerang tunggal Yongki Aribowo di depan penyerang bayangan Andik Vermansyah. Dalam posisi ini, Andik mencetak lima gol saat uji coba.

Lukas Mandowen dan Ferdinand Sinaga menjadi pilar serangan melalui sayap. Duet gelandang kembali mengandalkan Egi Melgiansyah dan Hendro Siswanto.

Posisi Diego akan diisi Yericho Christiantoko. Bek tengah Seftia Hadi akan berduet dengan Gunawan Dwi Cahyo. Bek kanan tetap Hasyim Kipuw karena Stevie Bonsapia belum pulih dari gangguan lambung.

”Meskipun kita sudah lolos ke semifinal, kita akan tampil 100 persen, apalagi akan ditonton puluhan ribu suporter di stadion,” ujar Andik.

Pemain serang ini menilai, dibutuhkan kecepatan untuk menembus pertahanan Malaysia yang dikawal bek berpengalaman seperti Mahali Jasuli, Fadhli Shas, dan Ahmad Muslim. Postur ketiga bek Malaysia itu tinggi sehingga umpan lambung harus dihindari.

Enam gol yang dicetak Malaysia dari tiga pertandingan terakhir sebagian besar dicetak melalui kerja sama kapten Bakhtiar Baddrol bersama duet penyerang Ibrahim Syahrul Azwari dan Izzaq Faris. Pergerakan tanpa bola Bakhtiar sangat bagus memanfaatkan kelengahan bek lawan yang terpecah konsentrasinya karena mengawal Izzaq dan Syahrul.

Pelatih Malaysia Ong Kim Swee mengaku menyiapkan strategi untuk mengantisipasi serangan cepat Indonesia melalui sayap. Ia menegaskan, para pemainnya harus lebih disiplin bertahan untuk mematahkan serangan tuan rumah. ”Bertahan atau menyerang akan sangat tergantung situasi di lapangan. Kami membutuhkan poin untuk lolos dan akan bermain yang terbaik. Kami tidak akan bergantung pada hasil pertandingan lain,” ujar Ong. (ANG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau