Program Penanganan Banjir Terganjal Pemerintah Pusat

Kompas.com - 17/11/2011, 20:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana pengerukan yang akan membenahi 10 sungai di Jakarta, satu kanal, dan empat waduk, dengan pendanaan dari Bank Dunia tidak kunjung terlaksana. Program yang diberi nama Jakarta Emergency Dradging Initiative (JEDI) ini terhambat akibat Peraturan Pemerintah (PP).

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengungkapkan bahwa banjir besar yang beberapa tahun sekali menimpa Jakarta diakibatkan sebagian besar kali dan saluran di Jakarta hampir 30 tahun tidak dikeruk. Ia sangat menyayangkan kejadian ini.

"Hampir 30 tahun tidak dikeruk kali dan saluran itu. Padahal sudah berulang kali saya sampaikan pada warga," jelas Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Jakarta, Kamis (17/11/2011).

Ia mengatakan bahwa isu air ini menyangkut kepentingan hajat hidup orang banyak. Karena itu, permasalahan ini harus menjadi prioritas utama.

Bank Dunia sudah bersedia menggelontorkan pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun untuk menggusur ribuan rumah di pemukiman ilegal di sungai-sungai tersebut. "Tapi pengerjaannya belum bisa dilakukan akibat adanya kendala dari pemerintah pusat," tuturnya.

Menurutnya, perlu dilakukan pendekatan lintas sektoral dan wilayah. Seperti kali Ciliwung dulunya ada di Bogor, Jawa Barat, tapi penanganannya merupakan kewajiban bersama dari Kabupaten Bogor dan daerah-daerah sekitar.

Ia pun mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengeruk sungai. Hanya yang sangat disayangkan sampai saat ini tidak ada tanda-tanda hal tersebut akan dikerjakan.

Ia berharap bahwa semua pihak terkait tergerak untuk peduli terhadap penanganan masalah banjir. Ditambah lagi banyak pakar memperkirakan Jakarta akan didera banjir besar pada Januari-Februari mendatang, maka pengerukan sungai harus segera dilaksanakan untuk mengantisipasi banjir besar Jakarta.

"Saya harap mulai sekarang semua stakeholder terkait lebih terpanggilah untuk berpihak kepada rakyat dengan adanya keputusan ini. Ya kalau di koran semua mendukung," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau