Beasiswa

"Menjual Diri" demi Beasiswa

Kompas.com - 18/11/2011, 15:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Saat mendaftar beasiswa, khususnya beasiswa melanjutkan studi di luar negeri, para pendaftar disyaratkan harus menulis statement purpose atau motivation letter berbentuk esai. Wah, apa lagi ini?

Tulisan tersebut sejatinya dapat digunakan oleh para pendaftar untuk "menjual" kelebihannya, motivasi dirinya, serta apa yang membuatnya merasa pantas mendapatkan sebuah beasiswa. Namun, menulis statement of purpose kemudian menjadi salah satu prasyarat yang cukup membuat para pendaftar kebingungan.

Mufli Afgaransyah, alumnus Fakultas Hubungan Internasional Universitas Padjajaran, Bandung, ini misalnya. Ia mengungkapkan, kekhawatirannya ketika ingin mendaftar sebuah program beasiswa adalah ketidakpercayaan diri untuk "menjual diri" sendiri dalam sebuah tulisan atau statement of purpose.

"Itu ketakutan saya, saya enggak ngerti apa yang mau saya jual. Mungkin, karena tidak mengenal diri sendiri atau tidak pandai menumpahkannya dalam sebuah tulisan," kata Mufli kepada KOMPAS.com dalam seminar "How to Write a Good Statement of Purpose" yang digelar Education USA di Jakarta, Jumat (18/11/2011).

Pada kesempatan tersebut, Casey Nolen Jensen, praktisi pendidikan dari University of California, Los Angeles, yang menjadi pembicara di seminar, menilai dari beberapa peserta seminar yang memberikan contoh tulisannya, umumnya masih kurang menjual.

Casey mengatakan, ada beberapa penyebab kebanyakan orang tidak bisa "menjual dirinya" dalam bentuk tulisan. Pertama, ketidaktahuan mereka dengan apa yang menjadi keunggulan dirinya. Kedua, ketidakmampuan mereka menumpahkan keunggulannya ke dalam sebuah tulisan.

"Statement purpose itu harus menjual keunggulan," ujar Casey.

Ia menambahkan, awalnya banyak pelajar yang ingin mendaftar beasiswa merasa sangat percaya diri. Namun, tak jarang, kemudian statement purpose yang dibuatnya malah biasa-biasa saja. Itulah sebabnya, Casey menyarankan agar para pelajar yang ingin mendaftar ke sebuah program beasiswa harus menggali dan mengenali karakter dirinya sendiri.

Statement purpose memang pada akhirnya menjadi sangat penting untuk dapat lolos seleksi dan mendapatkan beasiswa studi di luar negeri. Statement purpose jadi salah satu poin terpenting sehingga harus dibuat "memikat" pemberi beasiswa.

"Kenali diri sendiri dan belajar untuk menumpahkan itu ke dalam tulisan. Apa yang mau ditulis jika kita tidak mengenali keunggulan atau keunikan kita," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau