Gaya Hidup untuk Seks Lebih Hangat

Kompas.com - 19/11/2011, 20:43 WIB

KOMPAS.com -  Mengubah gaya hidup jadi lebih sehat ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah. Kesehatan organ seks juga jadi lebih balk. Disfungsi ereksi (DE) yang dialami pria bisa membaik setelah pria mengubah gaya hidupnya jadi lebih sehat.

Sekarang rnakin jelas bahwa pria yang sehat memiliki kehidupan seks yang juga sehat. Demikian hasil sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine. Pria sehat jelas memiliki peredaran darah yang sehat. Berkat peredaran darah yang sehat, ereksi pun bukan masalah buat mereka.

Sebagaimana diketahui, pola makan sehat yang kaya akan sayur dan buah, olah raga teratur, dan menjaga berat badan normal bermanfaat mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke. Hasil riset dalam Archives of Internal Medicine menyatakan bahwa pria dengan hidup sehat ternyata bisa efektif memperbaiki disfungsi ereksi (DE).

Buat pria, DE bukan hanya tanda bahaya buat kebahagiaan rumah tangga, tetapi juga pertanda ada masalah kesehatan serius. Menurut penelitian tersebut, DE bisa menjadi faktor risiko untuk sakit sebelum datangnya diagnosis penyakit jantung.

"Faktor risiko mengurangi penyakit jantung dan DE pada dasarnya hampir sama. Keduanya terjadi karena kurang olah raga, kegemukan atau obesitas, diabetes, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan pola makan tak sehat. Anda bisa mengobati penyakit jantung dengan mengubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup itu juga akan memperbaiki masalah DE," kata Stephen L. Kopecky, MD, ahli jantung dari Mayo Clinic di Rochester Minnesota, AS, yang melakukan penelitian tersebut.

Dongkrak Motivasi

Riset tersebut meneliti 740 pria dalam enam penelitian. Usia rata-rata 55 tahun. Perubahan gaya hidup dengan atau tanpa obat seperti obal penurun kolesterol memperbaiki disfungsi ereksi dan membantu menurunkan kadar kolesterol darah.

"Ketika lelaki usia 30 hingga 50-an tahun menderita disfungsi ereksi, dia sebaiknya memeriksakan diri ke dokter jantung untuk pemeriksaan lengkap. Segalanya harus diperiksa sebelum terjadi serangan stroke atau serangan jantung," kata Kopeck kepada WebMD.

"Gaya hidup sehat memiliki manfaat penting untuk memperbaiki penyakit yang sangat berarti buat pria yaitu fungsi seks.  Sebagian pria tampaknya tidak terganggu dengan gaya hidup yang mendatangkan penyakit jantung atau kanker di masa depan. Penggunaan obat untuk disfungsi ereksi yang sangat mahal seharusnya memberikan motivasi kepada pria untuk mengadopsi gaya hidup sehat dalam mengatasi keluhan mereka," papar Thomas A. Pearson, MD, Ph.D, MPH, profesor dari University of Rochester School of Medicine and Dentistry di New York, yang menjadi penulis tambahan untuk penelitian tersebut.

Suzanne Steinbaum, DO, ahli jantung dari Lenox Hill Hospital New York City, juga setuju dengan hal ini, yakni bahwa disfungsi ereksi adalah tanda tanda dini buat penyakit jantung.

"Ini adalah satu dari tanda-tanda bahaya yang mengatakan ada masalah lebih besar di jantung. Pola makan, olah raga, dan berat badan akan memperbaiki gejala disfungsi ereksi dan menurunkan risiko sakit jantung dan stroke," katanya.

Adanya disfungsi ereksi itu tampaknya cukup untuk mendorong pria membuat perubahan yang membuat mereka hidup lebih panjang.

Jauhi Penyebab Disfungsi Ereksi

1. Alkohol,  konsumsi alkohol berlebihan bisa mengganggu ereksi. Efeknya terhadap-ereksi biasanya hanya sementara.

2. Depresi bisa menyebabkan DE. Ironisnya, obat untuk depresi juga menekan gairah seks clan membuat ereksi makin sulit terjacli.

3. Stres. Dampak stres bisa ke seluruh tubuh, termasuk penis.

4. Kemarahan.  Marah bisa menyebabkan darah mengalir ke wajah, bukannya ke organ seks ketika akan berhubungan seks. Kemarahan yang tak tersalurkan juga bertanggung jawab terhadap gangguan ereksi.

5. Kecemasan.  Cemas tidak bisa ereksi akan membuat ereksi makin sulit terjadi.

6. Kegemukan. Gemuk juga mengganggu kehidupan seksual. Pasalnya, pria gemuk memproduksi lebih sedikit testosteron, hormon yang diperlukan untuk menghasilkan ereksi. Kegemukan juga memicu pengerasan arteri, yang menyebabkan darah yang mengalir ke penis berkurang.

7. Obat. Obat-obatan tertentu bisa mengganggu terjaclinya ereksi, misalnya obat tekanan darah, antidepresi, penghilang nyeri. Amfetamin, kokain, marijuana juga potensial mendatangkan masalah seks pada pria.

(DIYAH TRIARSARI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau