Indonesia vs malaysia

Bakal Cagub Babel Nonton Bareng

Kompas.com - 21/11/2011, 22:36 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com- Final sepak bola SEA Games XXVI antara Indonesia-Malaysia, Senin (21/11/2011) malam ini menarik minat banyak orang nonton bersama. Salah satunya bakal calon gubernur Kepulauan Bangka Belitung dari jalur perseorangan, Komisaris Zaidan yang menonton bersama di Kantor KPU Bangka Belitung di Pangkal Pinang. 

Zaidan datang bersama beberapa orang tim pemenangannya, sementara bakal calon wakil gubernur yang akan mendampinginya, A Rani Rasyid, tidak terlihat.

Tujuan utama Zaidan sebenarnya menanti hasil rapat pleno KPU Bangka Belitung (Babel). Senin malam ini, KPU memutuskan apakah calon perseorangan lolos verifikasi faktual atau tidak.

Sembari menanti rapat selesai, ia menonton pertandingan sepak bola di kantor KPU bersama beberapa warga.

Zaidan-A Rani Rasyid melaporkan 106.764 dukungan. Namun, hasil verifikasi administrasi KPU menunjukkan pasangan itu hanya punya 95.333 bukti dukungan.

Setiap bakal calon dari jalur perseorangan harus memiliki minimal 84.753 bukti dukungan yang terverifikasi secara faktual oleh KPU Babel. Hal itu sesuai aturan KPU bahwa calon perseorangan harus mengantungi dukungan minimal 6,5 persen dari jumlah penduduk. Berdasarkan data BPS dan Pemprov Babel, jumlah total penduduk tercatat 1.301.115 jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau