Jari-jari Saif al-Islam Dipotong Pemberontak?

Kompas.com - 22/11/2011, 10:44 WIB

KOMPAS.com — Seorang dokter, Senin (21/11/2011) malam, memicu rumor bahwa jari-jari Saif al-Islam, putra Moammar Khadafy, dipotong pemberontak Libya. Dokter Andrey Murkhovsky, seorang dokter bedah di rumah sakit, tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa cedera di tangan kanan Saif merupakan hasil serangan balas dendam.

Murkhovsky, yang memeriksa luka Saif hari Minggu, meragukan klaim putra sang tiran itu bahwa cederanya disebabkan serangan rudal NATO.

Rumor itu muncul saat terjadi tarik-menarik soal nasib Saif. Faksi-faksi dalam Pemerintah Libya bertengkar tentang di mana Saif akan diadili. Saif, yang dulu disebut-sebut sebagai bakal penerus rezim ayahnya,  saat ini berada dalam tahanan di kota Zintan, barat daya Libya.

Sejak Khadafy tewas bulan lalu, ada berita bualan di antara para pemberontak bahwa Saif sempat ditangkap juga di dekat Sirte dan jari-jarinya dipotong dalam hukuman mengerikan karena kebiasaannya, yaitu secara arogan menunjukkan jarinya.

Saat Saif (39) akhirnya ditangkap di padang pasir di selatan negara itu Sabtu lalu, ia difoto dengan perban meliliti jari-jari tangan kanannya.

Senin malam, Murkhovsky, yang merawat Saif di Zintan, mengatakan, bagian atas ibu jari dan jari telunjuk tangan kanan Saif hilang dan luka-lukanya "berantakan". Dokter itu mengatakan, "Dia mengatakan kepada saya bahwa ia terluka oleh sebuah rudal dalam pemboman NATO. (Luka-luka) itu bisa karena ledakan bom. Itu aneh karena saya berpikir akan ada luka-luka lainnya di tubuhnya, tetapi ternyata tidak ada."

Saif dihentikan hari Sabtu lalu saat ia mencoba melarikan diri ke Niger. Ketika itu Saif mengenakan pakaian padang pasir dan berpura-pura menjadi penggembala unta.

Pada saat para jaksa bersiap terbang dari Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, brigade Zintan yang menangkap Saif bersumpah untuk mengadili Saif di kota mereka. Mereka berkeras, Saif bisa menerima persindangan yang adil di sana.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau