Perkebunan

Tinggi, Kontribusi Cukai Tembakau Jatim

Kompas.com - 24/11/2011, 16:37 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com - Produk Jawa Timur menguasai 60 persen pasar rokok nasional dengan kontribusi cukai tembakau mencapai Rp 30 triliun.

Dari total kapasitas produksi rokok nasional 240 miliar batang per tahun, Jatim menyumbang 180 miliar batang rokok. Nilai ini merupakan hasil dari lahan seluas 102.000 hektar yang tersebar di 22 kabupaten dan kota di daerah ini.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengungkapkan hal itu pada pembukaan Workshop Improving Na-Oogst Tobacco Marketing Pattern And Developing Virginia Tobacco For Imports Substitution In East Java di H otel JW Marriot Surabaya , Kamis (24/11/2011).

Produksi tembakau dari Jatim setiap tahun rata-rata mencapai 81.000 ton atau 56,9 persen dari produksi nasional.

Faktor itu salah satu alasan bagi Pemprov Jatim tidak serta merta menolak pengendalian dampak produk tembakau terhadap kesehatan. Kendati demikian tetap ada upaya pengendalian dampak tembakau terhadap kesehatan dengan tidak membuat larangan merokok kecuali pada anak-anak. Sebab, jika larangan merokok meluas, maka otomatis merugikan Jatim sebagai penghasil tembakau terbesar di Indonesia.

Komitmen Pemprov Jatim terhadap pertembakauan tetap mendukung setiap kegiatan terkait pengembangan pertembakauan, selama pasar masih ada. Apalagi perlu langkah konkrit untuk mempertahankan eksistensi tembakau Naa-Oogst (NO) dan mengembangkan tembakau virginia sebagai substitusi impor sebesar 36 .000 ton.

Sementara Direktur Utama PTPerkebunan Nusantara X (Persero) Subiyono mengatakan, pemasaran tembakau Besuki NO bersifat oligopsoni yaitu pasar didominasi beberapa pembeli yang memiliki kontrol terhadap pembelian dan harga, sehingga PTPN X berada di posisi tawar yang lemah.

"Manajemen PTPN X telah menetapkan dan mengambil langkah strategis dengan mengadakan kajian bisnis di bidang budi daya, kelembagaan, sumber daya manusia, manajemen dan keuangan untuk menciptakan peluang bisnis, agar kinerja meningkat," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau