JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mempunyai nyali besar untuk menyelesaikan secara tuntas seluruh kasus korupsi. Jangan hanya kasus korupsi kecil, rakyat Indonesia saat ini ingin lihat KPK tangkap koruptor kelas kakap. Demikian diungkapkan anggota Komisi III DPR asal Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam sebuah diskusi di Auditorium Al Azhar, Jakarta, Sabtu (26/11/2011).
Bambang mengatakan, saat ini sering kali terjadi anomali ketika KPK ingin mengusut sebuah kasus korupsi besar. "Katakanlah soal kasus mafia pajak. DPR berusaha mengungkap kasus itu, yang kemudian melibatkan perusahaan-perusahaan asing seperti Freeport dan sebagainya. Tetapi yang terjadi justru pemerintah lah yang membatalkan," ujar Bambang.
Bambang mengatakan, berbagai kasus seperti kasus Century, dugaan suap pembangunan Wisma Atlet, proyek Hambalang, dan surat palsu Mahkamah Konstitusi sudah jelas siapa pelaku utamanya. "Kenapa sampai sekarang itu tidak bisa dituntaskan oleh KPK. Dalam kasus wisma atlet misalnya, KPK hanya menangkap Rosa, Wafid, El Idris, itu semua hanya pelaksana. Namun mereka itu bukan aktor utama," kata Bambang.
Oleh karena itu, Bambang menilai, untuk mengharapkan kasus besar tersebut diungkap oleh KPK, rasanya cukup sulit dilakukan. Bambang mengatakan, jangan sampai berbagai kasus tersebut justru akan menjadi pekerjaan berat bagi pemerintahan selanjutnya. "Jadi ini adalah pelajaran penting bagi KPK. Harus ada koreksi yang dilakukan oleh institusi penegak hukum secara besar. Jika tidak, nanti akan menjadi senjata makan tuan, ketika mereka para petinggi itu tidak menjadi pejabat lagi," kata Bambang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang