BENGKULU, KOMPAS.com--Teater Padang Karbala asal Iran akan tampil pada festival tabot di Kota Bengkulu yang diselenggarakan pada 26 November hingga 6 Desember 2011.
"Festival tabot tahun ini mendapat dukungan dari kedutaan besar Iran di Indonesia yang akan menampilkan pertunjukan teater Padang Karbala pada 2 Desember 2011 selama satu jam lamanya," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bengkulu M Teguh A Roni, di Bengkulu, Senin.
Ia mengatakan, para pemain teater Padang Karbala asal Iran berjumlah sekitar 11 orang.
Mereka akan menampilkan pertunjukan yang menggambarkan tentang kesedihan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Al Husein bin Ali bin Abi Thalib di Padang Karbala Irak.
"Kelompok teater asal Iran tersebut akan menampilkan drama dengan makna yang sama dengan festival tabot yang selalu diselenggarakan setiap tahun di daerah ini dalam bentuk gerak dan lagu tetapi dengan versi Iran karena di daerah ini mengikuti versi India," katanya.
Kelompok teater asal Iran tersebut dijadwalkan tiba di Kota Bengkulu pada Kamis (1/12) karena mereka akan mengikuti salah satu ritual tabot yakni "menjara".
Ritual "menjara" merupakan salah satu kegiatan pada upacara tabot dalam bentuk saling berkunjung untuk menguji kemampuan keterampilan menabuh musik tradisional khas daerah setempat yakni dol dan tassa pada 5 Muharam 1432 Hijriah.
"Duta besar Iran di Indonesia juga direncanakan agar hadir di Kota Bengkulu pada 1 Desember 2011 untuk mendukung penampilan kelompok teater asal Iran tersebut," katanya.
Ia menambahkan, kedatangan kelompok teater asal Iran tersebut atas partisipasi mereka sendiri karena mengetahui kegiatan tabot di Kota Bengkulu selalu diselenggarakan setiap tahun.
Selain kelompok teater dari Iran, kegiatan tabot di Kota Bengkulu tahun ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan pagelaran seni dari Jakarta Pusat, Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan dan Blitar, Jawa Timur.
"Kegiatan pagelaran seni untuk memeriahkan kegiatan tabot di daerah ini juga akan diikuti oleh kelompok dari Jakarta pusat sebanyak 35 orang pemain, Pagar Alam sebanyak 25 pemain, dan Blitar 18 pemain," ujarnya.
Upacara tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Husien di Padang Karbala Irak.
Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Husien yang diarak masyarakat Bengkulu pada hari ke 10 menuju pemakaman Karabela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang