Teater Iran Tampil di Festival Tabot

Kompas.com - 28/11/2011, 22:11 WIB

BENGKULU, KOMPAS.com--Teater Padang Karbala asal Iran akan tampil pada festival tabot di Kota Bengkulu yang diselenggarakan pada 26 November hingga 6 Desember 2011.

"Festival tabot tahun ini mendapat dukungan dari kedutaan besar Iran di Indonesia yang akan menampilkan pertunjukan teater Padang Karbala pada 2 Desember 2011 selama satu jam lamanya," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bengkulu M Teguh A Roni, di Bengkulu, Senin.

Ia mengatakan, para pemain teater Padang Karbala asal Iran berjumlah sekitar 11 orang.

Mereka akan menampilkan pertunjukan yang menggambarkan tentang kesedihan atas wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Al Husein bin Ali bin Abi Thalib di Padang Karbala Irak.

"Kelompok teater asal Iran tersebut akan menampilkan drama dengan makna yang sama dengan festival tabot yang selalu diselenggarakan setiap tahun di daerah ini dalam bentuk gerak dan lagu tetapi dengan versi Iran karena di daerah ini mengikuti versi India," katanya.

Kelompok teater asal Iran tersebut dijadwalkan tiba di Kota Bengkulu pada Kamis (1/12) karena mereka akan mengikuti salah satu ritual tabot yakni "menjara".

Ritual "menjara" merupakan salah satu kegiatan pada upacara tabot dalam bentuk saling berkunjung untuk menguji kemampuan keterampilan menabuh musik tradisional khas daerah setempat yakni dol dan tassa pada 5 Muharam 1432 Hijriah.

"Duta besar Iran di Indonesia juga direncanakan agar hadir di Kota Bengkulu pada 1 Desember 2011 untuk mendukung penampilan kelompok teater asal Iran tersebut," katanya.

Ia menambahkan, kedatangan kelompok teater asal Iran tersebut atas partisipasi mereka sendiri karena mengetahui kegiatan tabot di Kota Bengkulu selalu diselenggarakan setiap tahun.

Selain kelompok teater dari Iran, kegiatan tabot di Kota Bengkulu tahun ini juga akan dimeriahkan dengan penampilan pagelaran seni dari Jakarta Pusat, Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan dan Blitar, Jawa Timur.

"Kegiatan pagelaran seni untuk memeriahkan kegiatan tabot di daerah ini juga akan diikuti oleh kelompok dari Jakarta pusat sebanyak 35 orang pemain, Pagar Alam sebanyak 25 pemain, dan Blitar 18 pemain," ujarnya.

Upacara tabot dilaksanakan secara turun temurun oleh masyarakat Bengkulu untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dan memperingati gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW bernama Husien di Padang Karbala Irak.

Tabot yang berarti peti mati adalah lambang peti yang berisi jenazah Husien yang diarak masyarakat Bengkulu pada hari ke 10 menuju pemakaman Karabela yang mencerminkan kawasan Karbala di Irak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau