Transportasi publik

Penglaju Mulai Gelisah

Kompas.com - 29/11/2011, 08:01 WIB

BEKASI, KOMPAS.com Perombakan rute kereta komuter Jabodetabek atau biasa disebut KRL (kereta rel listrik) yang akan diujicobakan mulai 1 Desember lusa mulai membuat gelisah para penglaju yang setiap hari menggunakan kereta sebagai sarana transportasinya. Mereka khawatir perjalanan akan menjadi lebih lama dan bertambah tidak nyaman.

Pemantauan Kompas dalam dua hari ini di Stasiun Cakung, Jakarta Timur, para calon penumpang umumnya memerhatikan poster-poster rute baru yang sudah ditempel di sejumlah tempat di stasiun. "Sayang jadwalnya belum ada ya," kata Dani, calon penumpang yang tinggal di Pulogebang.

Menurut karyawan sebuah kantor di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, ini, dia selama ini selalu naik KRL jurusan Tanah Abang dan berhenti di Stasiun Sudirman. Mulai tanggal 1 Desember, KRL dari Bekasi hanya berhenti di Stasiun Manggarai.

"Tahu sendiri kereta yang dari Bogor setiap pagi sudah penuh sesak. Kalau ketambahan penumpang dari Bekasi, enggak tahu kaya apa jadinya," lanjut perempuan muda itu.

Dalam rute baru yang sudah disosialisasikan, kereta dari Bekasi tinggal dua rute, yakni Bekasi-Jatinegara dan Bekasi-Kota lewat Manggarai-Gambir. Dengan demikian, semua penumpang tujuan Sudirman yang merupakan stasiun sentral untuk ke arah pusat kota seperti Blok M dan Thamrin harus berhenti di Manggarai. Dari Manggarai, penumpang harus naik kereta dari Bogor yang ke Tanah Abang, atau menunggu kereta loop (memutar) dari Jatinegara, Manggarai-Tanah Abang-Duri-Kampungbandan.

Perpindahan penumpang di Stasiun Manggarai setidaknya membutuhkan waktu 10-15 menit atau bahkan bisa lebih lama. "Padahal kalau langsung ke Tanah Abang, kereta hanya berhenti di Manggarai dua menit saja untuk menurunkan dan menaikkan penumpang," kata Anto, warga Bintara yang bekerja di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, yang biasa turun di Stasiun Karet.

Rute baru

Sesuai dengan rute baru yang diumumkan PT KAI Commuter Jabodetabek, perjalanan kereta per 1 Desember adalah sebagai berikut:

1. Bogor/Depok - Manggarai - Jakarta Kota (PP)

2. Bogor/Depok - Tanah Abang - Kampungbandan - Pasar Senen - Jatinegara (PP)

3. Bekasi - Jatinegara - Manggarai - Jakarta Kota (PP)

4. Parung Panjang - Serpong - Tanah Abang (PP)

5. Tanjung Priok - Jakarta Kota (PP)

6. Tangerang - Duri (PP)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau