Ada Tiga Jembatan Gantung di Indonesia

Kompas.com - 29/11/2011, 15:16 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Jembatan Kartanegara yang rubuh pada Sabtu (26/11/2011), merupakan satu dari tiga jembatan gantung yang ada di Indonesia. Kebetulan, jembatan yang berusia 10 tahun ini menjadi jembatan dengan bentangan paling panjang dibandingkan dua lainnya.

Menurut Ketua Kelompok Studi Rekayasa Struktur Institut Teknologi Bandung, Iswandi Imran, Selasa (29/11/2011), dua jembatan gantung lainnya terdapat di Barito dan Memberamo. Barito panjangnya 230 meter sementara Memberamo sepanjang 235 meter. Jembatan Kartanegara sendiri mencapai 270 meter.

"Panjang keseluruhan dari jembatan ini sebetulnya mencapai 470 meter dengan tinggi menara pylon 53 meter," kata Iswandi.

Dia pun menerangkan, cara kerja jembatan gantung dalam membagi beban adalah memanfaatkan kabel suspensi yang merentang secara parabola di atas dek jembatan.

Beban dari kendaraan yang melintas di dek jembatan disalurkan kepada kabel-kabel vertikal yang tersambung dengan kabel suspensi kemudian dialirkan menuju menara pylon. Terakhir, beban tersebut disalurkan dari menara pylon langsung ke fondasi.

Teknologi tersebut memungkinkan jembatan gantung memiliki bentangan yang luas sehingga bagian bawahnya bisa dilalui kapal.

Dengan kejadian ini, Iswandi hanya meminta agar pemerintah tidak lupa memeriksa kelaikan tiga jembatan lainnya. Pasalnya, jembatan gantung harus diperiksa secara rutin dari berbagai sisi. Anomali yang ditemukan pada satu faktor bisa menyebabkan efek berantai bagi komponen lain di jembatan tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau