TEHERAN, KOMPAS.com — Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa (29/11/2011), menyampaikan penyesalan atas serangan "yang tak dapat diterima" terhadap Kedutaan Besar Inggris di Teheran. Iran mengatakan bahwa "sejumlah kecil pemrotes" yang harus disalahkan.
Dalam sebuah pernyataan, kementerian itu menyampaikan "penyesalan atas beberapa kelakuan yang tak dapat diterima sejumlah kecil pemrotes, meskipun ada upaya-upaya polisi" (untuk mencegahnya) di Kedutaan Besar Inggris.
"Pihak berwenang yang relevan telah diminta untuk mengambil tindakan yang dibutuhkan dan memeriksa masalah itu dengan segera," katanya.
Kementerian itu menekankan "komitmen untuk melindungi hak-hak para diplomat dan lokasi diplomatik" oleh Pemerintah Iran dan berjanji untuk menindaklanjuti insiden itu "melalui saluran yang relevan dan sah".
Sebelumnya, sejumlah pemrotes Iran telah masuk kembali ke kompleks Kedutaan Besar Inggris di Teheran pada Selasa malam, tak lama setelah polisi mengejar sekelompok lebih dari 20 demonstran yang menyerang misi itu, kata televisi. Kertas-kertas berceceran diambil dari kedubes itu dan dibakar, kata beberapa saksi.
Polisi menembakkan gas air mata ke pemrotes di dalam kompleks kedutaan untuk membubarkan mereka, kata kantor berita Fars. Mereka menambahkan bahwa beberapa pemrotes telah terluka dan seorang kritis, sebagaimana diderita sejumlah pejabat.
Kepala polisi Teheran, Jenderal Hossein Sajadi-Nia, telah berada di tempat kejadian, memerintahkan demonstran untuk mengakhiri aksi mereka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang