LONDON, KOMPAS.com — Ketegangan diplomatik antara Inggris dan Iran semakin menjadi-jadi, Rabu (30/11/2011), setelah Pemerintah Inggris memutuskan untuk mengusir semua diplomat Iran yang bertugas di Inggris dan memerintahkan Kedutaan Besar Iran di London segera ditutup. Inggris juga menarik semua diplomatnya dari Iran.
Ketegangan ini menyusul insiden penyerangan kantor Kedutaan Besar Inggris di Teheran oleh sekelompok demonstran pada Selasa (29/11/2011). Para demonstran, yang memprotes sanksi ekonomi Inggris terhadap Iran, merangsek masuk ke Kedubes, menurunkan bendera Union Jack Inggris, membakar mobil Kedubes, dan melempari gedung Kedubes dengan bom molotov.
Menurut Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, para diplomat Iran diberi waktu 48 jam untuk hengkang dari Inggris. Selain Inggris, beberapa negara Barat, seperti Norwegia, Swedia, Jerman, dan AS, juga menyatakan kemarahannya.
Norwegia memutuskan menutup Kedubesnya di Teheran, sedangkan Jerman memanggil pulang duta besarnya untuk Iran sebagai bentuk protes.
Inggris, AS, dan Kanada menjatuhkan sanksi ekonomi baru kepada Iran dengan harapan negara itu akan menghentikan program nuklirnya, yang dicurigai bertujuan membuat bom nuklir. (AP/AFP/Reuters)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang