Perompak Somalia Bebaskan 13 WNI

Kompas.com - 01/12/2011, 14:14 WIB

SINGAPURA, KOMPAS.com — Para perompak Somalia membebaskan sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak kepala sawit dan 21 awaknya, yang 13 di antaranya warga negara Indonesia, kata pihak manajemen kapal yang berpusat di Singapura itu, Kamis (1/12/2011).

Perompak sebelumnya berjanji membebaskan 25 kru kapal MT Gemini, Rabu (30/11/2011). Namun, mereka membawa empat warga Korea Selatan ke pantai, kata Glory Ship Management Pte Ltd. Diyakini mereka dibawa ke Somalia.

"Kami mengupayakan semua cara untuk membebaskan keempat warga Korea Selatan yang masih disandera," kata pemilik kapal MT Gemini itu.

Pihak Glory mengatakan, awak kapal yang dibebaskan terdiri dari 13 warga negara Indonesia, 5 warga negara China, dan 3 warga negara Myanmar. Kondisi kesehatan mereka dinyatakan baik.

Dengan menyandera keempat WN Korea Selatan itu, para perompak menuntut lima rekan mereka yang kini menjalani hukuman di Korea Selatan. Kelima perompak itu diringkus pasukan Komando Angkatan Laut Korsel dalam operasi pembebasan sebuah kapal Korsel pada Januari lalu.

Operasi itu berhasil membebaskan 21 awak kapal, menewaskan 8 perompak, serta menangkap 5 lainnya. Melalui proses pengadilan, mereka dijatuhi hukuman penjara 13 tahun hingga seumur hidup.

"Para perompak (MT Gemini) menuntut kompensasi dari pemerintah kami atas rekan-rekan mereka yang terbunuh dan pembebasan bagi yang saat ini ditahan," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri yang menolak namanya disebut, kepada kantor berita Yonhap.

"Kami tidak bernegosiasi dengan perompak dan kami terus melakukan kontak dengan perusahaan Singapura untuk pembebasan empat awak yang tersisa," ucapnya.

MT Gemini milik Glory Ship Management Pte Ltd membawa 28.000 ton minyak kelapa sawit dari Indonesia ke Kenya ketika dibajak pada 30 April lalu di lepas pantai Kenya. Kapal itu kemudian dibelokkan ke Somalia.

Para perompak kemudian meninggalkan MT Gemini di Pantai Hobyo, Somalia, setelah Glory Ship memberikan uang tebusan menggunakan helikopter.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau