Piala liga

Kalah dari Palace, Berba Didera Cedera

Kompas.com - 02/12/2011, 03:00 WIB

Manchester, Kamis - Stadion Old Trafford sontak hening setelah pemain Crystal Palace, Glenn Murray, menjebol gawang klub Manchester United yang dikawal Ben Amos. Gol itu terjadi pada perpanjangan waktu babak perempat final Piala Carling (Piala Liga) yang berlangsung Kamis (1/12) dini hari waktu Indonesia. Gol itu memastikan Palace, klub Divisi I Liga Inggris, melaju ke babak semifinal.

Selain gagal melaju ke babak semifinal Piala Carling dengan skor 1-2 (1-1), kubu United juga khawatir dengan cedera yang diderita penyerang asal Bulgaria, Dimitar Berbatov. Tenaga Berba, panggilan Berbatov, sangat diperlukan karena Manchester United (MU) akan mengadakan lawatan ke kandang Aston Villa (3 Desember) dan kandang FC Basel, empat hari kemudian. Pertandingan di kandang FC Basel akan menentukan nasib klub berjuluk ”Setan Merah” ini di Liga Champions.

Sebelumnya MU telah kehilangan penyerang senior Inggris, Michael Owen, juga karena cedera. Adapun Javier Hernandez belum dalam kondisi laik tanding.

Manajer MU Sir Alex Ferguson meminta maaf atas kekalahan ini. ”Saya minta maaf atas kekalahan Manchester United kali ini. Penampilan para pemain di bawah performa yang biasanya,” kata Ferguson.

Pria asal Irlandia Utara ini memuji penampilan Murray dan kawan-kawan. Dia menilai, para pemain Palace bermain habis-habisan untuk memastikan satu tiket semifinal berada di tangannya.

Meskipun memuji penampilan pemain Palace, Ferguson menilai, gol yang diciptakan Murray berbau offside. ”Dari sudut pandang saya, posisi Murray jelas-jelas offside. Namun, kami tidak menginginkan keberuntungan seperti itu dari hakim garis dalam pertandingan seperti sekarang,” kata manajer yang sudah menangani MU selama 25 tahun ini.

Manajer Palace Dougie Freedman menyatakan, tidak mudah bagi pemainnya untuk memperoleh kemenangan di kandang Setan Merah.

”Mereka menunjukkan determinasi dan semangat pantang menyerah. Mereka harus bangga dengan hal itu,” katanya.

Manajer yang baru tiga bulan menangani Palace menggantikan Edgar Davis ini mengatakan, kunci kemenangan timnya adalah bermain sesuai dengan strategi yang diberikan pelatih. Semua pemain sangat disiplin menjaga wilayah permainannya.

Palace akan berhadapan dengan klub Cardiff pada babak semifinal. Semifinal lainnya mempertemukan pemuncak klasemen Liga Primer Inggris, Manchester City, dan Liverpool.

Campuran

Mencoba mengejar gelar Piala Liga kelima tahun ini, Ferguson menurunkan sebagian besar pemain berpengalaman untuk menopang kinerja para pemain muda. Penjaga gawang muda MU, Ben Amos, dipercaya berdiri di bawah mistar, dibantu Jonathan Evans, Fabio, dan Chris Smalling di pertahanan.

Park Ji Sung, Anthony Valencia, dan Darron Gibson bahu-membahu di lini tengah. Di lini depan, Ferguson mengombinasikan Berba dengan Federico Macheda dan Biram Diouf.

Macheda mencetak gol satu-satunya United melalui titik penalti pada menit ke-69.(Reuters/AFP/ESPN/MHD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau