Banjir pondok labu

Komnas HAM-DKI Bicarakan Nasib Korban Banjir

Kompas.com - 02/12/2011, 14:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berencana mengadakan pertemuan dengan pihak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membicarakan nasib warga korban banjir Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung di Kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhary 4B, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (2/12/2011) pukul 14.00.

"Rencana awalnya pukul 10.00, tetapi dari pihak Pemprov katanya bisa jam sehabis shalat Jumat," kata salah seorang staf Subkomisi Mediasi Komnas HAM kepada Kompas.com.

Dia juga menjelaskan, pertemuan itu sebenarnya menghadirkan pula perwakilan Korps Marinir TNI AL. Namun, pihak Marinir sendiri telah mendatangi Komnas HAM pada Kamis (1/12/2011) kemarin dan mengonfirmasikan pihaknya berhalangan hadir dalam pertemuan hari ini.

Komnas HAM berupaya memediasi pertemuan antara para pihak terkait banjir yang melanda permukiman warga Kampung Pulo setelah pihak warga secara resmi mengadukan persoalan mereka pada Senin (21/11/2011) lalu. Saat itu, warga diterima dua komisioner, Syafrudin Ngulma Simeuleu dan Kabul Supriyadhie. Keduanya menjanjikan akan meninjau langsung ke lokasi banjir dan memediasi pertemuan dengan pihak Marinir dan Pemprov DKI.

Langkah awal yang ditindaklanjuti keesokan harinya, Selasa (22/11/2011). Bersama sejumlah staf Subkomisi Mediasi, Syafrudin N Simeuleu langsung meninjau lokasi banjir. Saat itu, dia menggambarkan permukiman warga seperti rumah-rumah apung lantaran selalu digenangi air luberan Kali Krukut. Syafrudin saat itu meminta pihak Pemerintah Jakarta dan Marinir untuk secepatnya menuntaskan normalisasi aliran Kali Krukut sebagai solusi untuk mengatasi banjir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau