Yuni Ikawati dan M Zaid Wahyudi
Kasus pertama di era modern yang tercatat adalah ambruknya jembatan gantung Broughton di Manchester, Inggris, 12 April 1831. Jembatan sepanjang 44 meter ini ambruk akibat resonansi suara yang dipicu derap langkah tentara yang melintas di atasnya.
Resonansi itu akibat frekuensi langkah tentara yang berkesinambungan sama dengan frekuensi alami yang dimiliki jembatan. Frekuensi jembatan merupakan sifat khas yang dimiliki setiap jembatan. Resonansi membuat jembatan bergetar hingga akhirnya roboh.
Kasus paling terkenal adalah runtuhnya jembatan gantung Tacoma Narrows di Washington, Amerika Serikat, 7 November 1940. Jembatan dengan bentang tengah 853,4 meter ini ambruk hanya empat bulan sejak pertama kali digunakan.
Guru Besar Material dan Struktur Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung Iswandi Imran mengatakan, ambruknya jembatan Tacoma Narrows dipicu
Gaya puntir terjadi akibat embusan angin dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam. Gaya puntir ini membuat gelagar jembatan yang terbuat dari baja bergerak bak ayunan. Struktur jembatan tak mampu mengimbangi gerakan jembatan yang ekstrem itu.
Kini, persoalan ini dapat diatasi dengan struktur jembatan yang lebih aerodinamis. ”Makin panjang jembatan, potensi terjadinya flutter lebih besar,” ujar Iswandi.
Jembatan gantung Chhinchu di Nepal adalah contoh lain. Jembatan sepanjang 187 meter ini runtuh pada 2007 akibat kelebihan beban setelah ratusan orang melintasi jembatan itu
Laporan Institut untuk Pengembangan dan Pertumbuhan Baja (Institute for Steel Development and Growth) di India menunjukkan, robohnya jembatan banyak dipicu oleh buruknya komunikasi di antara berbagai pihak ketika membangun, proses pembangunan yang asal-asalan, dan ditoleransinya berbagai ketentuan teknik dengan berbagai alasan.
Terkait runtuhnya Jembatan Kartanegara di Kalimantan Timur, Sabtu (26/11), data yang diperoleh menunjukkan, hal itu dipicu oleh kegagalan struktur. Ambruknya jembatan tidak
Secanggih apa pun produk
Ahli konstruksi asal New York, AS, C Gagnon dan J Svensson, dalam konferensi kedua tentang Advance in Bridge Engineering di Dhaka, Banglades,
Untuk itu, Dewan Riset Transportasi AS melalui Program Riset Nasional Jalan Raya (National Cooperative Highway Research Program/NCHRP) telah menetapkan panduan untuk inspeksi dan evaluasi kabel gantung.
Perawatan jembatan gantung memang lebih sulit dibandingkan jembatan cable stayed. Pemeriksaan kabel utama, kabel gantung, hingga klemnya perlu dilakukan secara saksama. Pemeriksaan ini membutuhkan
Perawatan jembatan secara intensif dan berkala telah membuat sejumlah jembatan gantung di AS, seperti Golden Gate di San Francisco, mampu bertahan lebih dari 70 tahun. Sedangkan Jembatan Tacoma Narrows yang baru sudah bertahan lebih dari 60 tahun.
Menurut Pariatmono, pakar konstruksi dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Indonesia perlu segara memiliki standar operasional ataupun perawatan jembatan yang disahkan oleh Menteri Pekerjaan Umum. Nantinya, dari standar operasional ini dibuat sertifikasi khusus bagi petugas operasional dan pengawas jembatan.
Jembatan gantung sangat rentan terhadap perubahan
Otoritas khusus ini harus