Antisipasi banjir

DKI Periksa Gorong-gorong dan Kali

Kompas.com - 05/12/2011, 03:24 WIB

Jakarta, Kompas - Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta akan membersihkan gorong-gorong yang mengalami pendangkalan di kawasan Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Gorong-gorong yang tersumbat dan mengalami sedimentasi menambah parah banjir di kawasan tepi Kali Krukut tersebut.

Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air DKI Jakarta Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Tarjuki mengatakan, pembersihan gorong-gorong ini merupakan langkah yang akan segera dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.

”Ada gorong-gorong yang sudah tertutup beton tebal. Beton itu akan kami bor dengan alat berat khusus,” kata Tarjuki, Sabtu (3/12).

Selain itu, pompa portabel yang kapasitasnya 250 meterkubik per detik juga akan ditempatkan di Pondok Labu untuk mengurangi genangan saat hujan lokal turun dengan lebat.

”Di sisi lain, pengerukan waduk baru untuk menampung aliran Kali Krukut juga terus dilakukan. Waduk ini diharapkan selesai dalam waktu dua minggu,” ujar Tarjuki.

Penyempitan Kali Cipinang

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta Wali Kota Jakarta Timur dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum untuk menganalisis dan mengkaji terjadinya penyempitan badan Kali Cipinang di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Beberapa hari lalu, kawasan ini tergenang ketika air Kali Cipinang bertambah.

”Saya lihat bangunan dan rumah yang ada di pinggir kali sudah berdiri secara berlebihan. Akibatnya, ketika hujan turun, air hujan tidak bisa masuk ke sungai. Air sungai juga meluap karena badan sungai menyempit,” kata Fauzi.

Kondisi itu diperparah dengan rusaknya situ yang letaknya dekat dengan kawasan tersebut. Situ yang masuk wilayah Kota Administratif Depok itu kondisinya dipenuhi eceng gondok. Pintu air juga tidak bisa digunakan. Akibatnya, situ tidak bisa menampung debit air yang meningkat saat hujan turun.

”Perbaikan situ itu bukan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, kalau dibiarkan terus, warga di sepanjang aliran Kali Cipinang terkena imbasnya,” kata Fauzi.

Dia menginstruksikan kajian dan analisis secara menyeluruh juga dilakukan untuk Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo. Aliran Kali Cipinang di Kalisari juga mengalami penyempitan. Badan sungai di Kelurahan Kalisari ini hingga kini lebarnya tinggal 2 meter saja.

Sebenarnya Kali Cipinang di kawasan Kalisari telah dilakukan pengerukan untuk menambah volume daya tampung air. Namun, pengerukan belum optimal sehingga air Kali Cipinang masih tetap meluap ke permukiman penduduk.

Lebih lanjut Fauzi juga meminta agar seluruh wali kota di lima wilayah kota juga melakukan analisis dan kajian menyeluruh terhadap kondisi sungai dan saluran makro yang ada di wilayah masing-masing. Dari hasil analisis dan kajian ini diharapkan dapat dihasilkan jalan keluar untuk mengantisipasi banjir selama musim hujan.

Fauzi juga meminta bantuan warga untuk meyakinkan warga lain yang tinggal di sepanjang bantaran kali agar turut membantu program normalisasi kali.

”Bantuan warga akan sangat membantu pengembalian fungsi tata air ke fungsi semula,” ujar Fauzi. (ARN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau