Jakarta, Kompas -
Gorong-gorong yang tersumbat dan mengalami sedimentasi menambah parah banjir di
Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air DKI Jakarta Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Tarjuki mengatakan, pembersihan gorong-gorong ini merupakan langkah yang akan segera dilakukan untuk mengurangi risiko banjir di kawasan tersebut.
”Ada gorong-gorong yang sudah tertutup beton tebal. Beton itu akan kami bor dengan alat berat khusus,” kata Tarjuki, Sabtu (3/12).
Selain itu, pompa portabel yang kapasitasnya 250 meterkubik per detik juga akan ditempatkan di Pondok Labu untuk mengurangi genangan saat hujan lokal turun dengan lebat.
”Di sisi lain, pengerukan waduk baru untuk menampung aliran Kali Krukut juga terus dilakukan. Waduk ini diharapkan selesai dalam waktu dua minggu,” ujar Tarjuki.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta Wali Kota Jakarta Timur dan jajaran Dinas Pekerjaan Umum untuk menganalisis dan mengkaji terjadinya penyempitan badan Kali Cipinang di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Beberapa hari lalu, kawasan ini tergenang ketika air Kali Cipinang bertambah.
”Saya lihat bangunan dan rumah yang ada di pinggir kali sudah berdiri secara berlebihan. Akibatnya, ketika hujan turun, air hujan tidak bisa masuk ke sungai. Air sungai juga meluap karena badan sungai menyempit,” kata Fauzi.
Kondisi itu diperparah dengan rusaknya situ yang letaknya dekat dengan kawasan tersebut. Situ yang masuk wilayah Kota Administratif Depok itu kondisinya dipenuhi eceng gondok. Pintu air juga tidak bisa digunakan. Akibatnya, situ tidak bisa menampung debit air yang meningkat saat hujan turun.
”Perbaikan situ itu bukan tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta. Tetapi, kalau dibiarkan terus, warga di sepanjang aliran Kali Cipinang terkena imbasnya,” kata Fauzi.
Dia menginstruksikan kajian dan analisis secara menyeluruh juga dilakukan untuk Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo. Aliran Kali Cipinang di Kalisari juga mengalami penyempitan. Badan sungai di Kelurahan Kalisari ini hingga kini lebarnya tinggal 2 meter saja.
Sebenarnya Kali Cipinang di kawasan Kalisari telah dilakukan pengerukan untuk menambah volume daya tampung air. Namun, pengerukan belum optimal sehingga air Kali Cipinang masih tetap meluap ke permukiman penduduk.
Lebih lanjut Fauzi juga meminta agar seluruh wali kota di lima wilayah kota juga melakukan analisis dan kajian menyeluruh terhadap kondisi sungai dan saluran makro yang ada di wilayah masing-masing. Dari hasil analisis dan kajian ini diharapkan dapat dihasilkan jalan keluar untuk mengantisipasi banjir selama musim hujan.
Fauzi juga meminta bantuan warga untuk meyakinkan warga lain yang tinggal di sepanjang bantaran kali agar turut
”Bantuan warga akan sangat membantu pengembalian fungsi tata air ke fungsi semula,” ujar Fauzi.