Pembantaian rawagede

Belanda Akan Meminta Maaf kepada Indonesia

Kompas.com - 06/12/2011, 07:33 WIB

DEN HAAG, KOMPAS.com — Pemerintah Belanda akan secara resmi meminta maaf kepada Indonesia terkait eksekusi yang dilakukan tentara Belanda pada tahun 1947 terhadap ratusan orang di Rawagede, Karawang, Jawa Barat, kata pihak Kementerian Luar Negeri Belanda, Senin (5/12/2011).

"Duta Besar Belanda untuk Indonesia pada Jumat, 9 Desember (2011) akan meminta maaf atas nama Pemerintah Belanda atas apa yang telah terjadi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Belanda Aad Meijer. Ia menambahkan, Duta Besar Belanda akan menyampaikan sambutan kepada penduduk di sana dalam upacara yang akan diadakan di desa itu.

"Saya berharap (pemintaan maaf) ini akan membantu para orang tua itu menutup episode sulit dalam hidup mereka," kata Menteri Luar Negeri Belanda Uri Rosenthal, dalam sebuah pernyataan.

Belanda sebelumnya telah mengungkapkan penyesalan atas pembunuhan dan tindakan melanggar hukum itu, tetapi belum pernah meminta maaf secara resmi.

Tentara Belanda yang berjuang untuk mempertahankan Indonesia sebagai daerah jajahan menyerbu Kampung Rawagede dan melaksanakan eksekusi secara massal terhadap warga di sana. Para pejabat Belanda mengatakan, sebanyak 150 orang tewas dalam peristiwa itu. Namun, kelompok pendamping para keluarga korban mengatakan, jumlah korban tewas mencapai 431 orang.

September lalu, sebuah pengadilan di Den Haag memenangkan gugatan tujuh janda dan seorang yang selamat dari pembantaian itu di kampung yang kini dikenal sebagai Desa Balongsari itu.

Belanda telah setuju untuk membayar kompensasi senilai total 180.000 euro atau
Rp 2,1 miliar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau